Organisasi
TIPE/BENTUK-BENTUK
ORGANISASI
1. Organisasi Politik
Organisasi politik
adalah organisasi atau kelompok yang bergerak atau
berkepentingan atau terlibat dalam proses politik dan dalam ilmu kenegaraan, secara
aktif berperan dalam menentukan nasib bangsa tersebut. Organisasi
politik dapat mencakup berbagai jenis organisasi seperti kelompok
advokasi yang melobi perubahan kepada politisi, lembaga think tank yang mengajukan
alternatif kebijakan, partai politik yang mengajukan
kandidat pada pemilihan umum, dan kelompok
teroris yang menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan
politiknya. Contohnya yaitu :
·
Partai Politik
2. ORGANISASI NIAGA
Organisasi
Niaga adalah Organisasi yang
tujuan utamanya mencari keuntungan. Macam-macamnya yaitu :
- Perseroan Terbatas (PT)
- Perseroan Komanditer (CV)
- Firma (FA)
- Koperasi
- Join ventura
- Trus
- Kontel
- Holding Company
3. ORGANISASI SOSIAL
Organisasi Sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk
oleh masyarakat, baik yang
berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi
sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara.
Beberapa jalur organisasi soisal yang dapat dibentuk yaitu :
4. ORGANISASI
REGIONAL & INTERNASIONAL
Organisasi Regional & International Organisasi
Regional organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu
saja, sedangkan Organisasi Internasional Organisasi yang
anggota-anggotanya meliputi negara di dunia, Macam-macam
organisasi internasional yaitu :
- UN = United Nation = PBB (1945)
- UNICEF = United Nations International Childrens Emergency Fund (1946), namun namanya diganti setelah thn 1953 menjadi: United Nations Children’s Fund.
- UNESCO = the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (16 November 1945)
- UNCHR = United Nations Commission on Human Rights (2006)
- UNHCR = Uited Nations High Commissioner for Refugees (14 Desember 1950)
- UNDPR = The United Nations Division for Palestinian Rights (2 Desember 1977)
- UNSCOP = The United Nations Special Committee on Palestine (May 1947, oleh 11 negara)
- WHO = World Health Organization (7 April 1948)
- IMF = International Monetary Fund (Juli 1944, 180 negara)
- NATO = North Atlantic Treaty Organisation (4 April 1949)
- NGO = Non-Governmental Organizations .Dalam bahasa Indonesia Lembaga Swadaya Masyarakat – LSM, yg didirikan oleh perorangan atau per-group dan tdk terikat oleh pemerintah.
- GREENPEACE (40 negara, dari Europe, State of America, Asia, Africa dan Pacific, semenjak 1971).
- AMNESTY International (1961, memiliki sekitar 2,2 juta anggota, dari 150 negara, organisasi yg membantu menghentikan penyelewengan/pelecehan hak azasi manusia)
- WWF = the World Wildlife Fund (1985, Memiliki hampir 5 juta pendukung, distribusi dari lima benua, memiliki perkantoran/perwakilan di 90 negara).
- G8 = Group of Eight, kelompok negara termaju di dunia. Sebelumnya G6 pd thn 1975, kemudian dimasuki oleh Kanada 1976 (Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Britania Raya, Amerika Serikat, Kanada dan Rusia (tidak ikut dalam seluruh acara), serta Uni Eropa.
- EU = The European Union (27 negara anggota, 1 november 1993)
- DANIDA = Danish International Development Assistance (Organisasi yg memberikan bantuan kepada negara2 miskin, pengungsi, bencana alam)
- ICRC = International Committee of the Red Cross (1863) = Palang Merah, gerakan bantuan kemanusiaan saat bencana alam atau peperangan.
- OPEC = Organization of the Petroleum Exporting Countries (1960, anggota 13 negara, termasuk Indonesia)
- ASEAN = Association of Southeast Asian Nations = Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) ( Dibentuk 8 Agustus 1967, memiliki 10 negara anggota, Timor Leste dan Papua new Guinea hanya sebagai pemantau, dan masih mempertimbangkan akan menjadi anggota)
STRUKTUR
DAN SKEMA ORGANISASI
Struktur Organisasi adalah susunan dan hubungan-hubungan
antar komponen bagian-bagian dan posisi-posisi dalam suatu perusahaan
,sedangkan disetiap komponen dari organisasi tersebut adalah saling
tergantung,yang apabila setiap bagian dapat dikeloladengan baik maka organisasi
tersebutpun akan ikut membaik. Pengorganisasian (Organizing) adalah proses
pengaturan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan
memperhatikan lingkungan yang ada.hal ini akan sangat mempengaruhi dalam
kelancaran atau kesejahteraan organisasi tersebut,lingkunan adalah faktor yang sangat
mempengaruhi.tentu dalam tujuan sebuah organisasi yang baik tidak akan
mengorbankan lingkungan sekitar demi kepentingan organisasinya semata.
HAL-HAL PENTING DALAM MEMBENTUK ORGANISASI
ORGANISASI,
yaitu merupakan kata yang seringkali kita dengar diberbagai tempat maupun
kegiatan. Dalam berbagai kegiatan yang melibatkan orang banyak perlu adanya
pembagian tugas pada para anggotanya sebagai upaya mengefektifkan kinerja
organisasi yang bersangkutan. Sebab apabila tidak ada pembagian tugas yang
benar, maka sebuah organisasi di bidang apapun tidak akan mampu mencapai tujuan
yang diharapkan.
Dengan demikian jelaslah bahwa di dalam
suatu organisasi perlu adanya kesamaan visi dan misi serta koordinasi yang
harus terjalin terus menerus dengan baik antar para anggota maupun dengan
pimpinan organisasi. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan demi
kelancaran jalannya sebuah organsisasi tersebut, antara lain :
- Sebuah organisasi harus memiliki pimpinan dan bawahan,
- Perlu adanya kerja sama dan koordinasi yang baik,
- Memiliki Visi dan Misi yang menjadi tujuan organisasi,
- Adanya pembagian tugas dengan baik pada para anggotanya,
- Memahami mekanisme proses pelaporan dari anggota paling bawah sampai kepada pimpinan yang paling atas. Dengan kata lain, anggota paling bawah tidak diperkenankan memberikan laporan langsung kepada peminpin organsiasi paling atas tetapi wajib melalui kepala bagian (coordinator) masing-masing bidang.
Apabila beberapa ketentuan di atas dapat dipahami dan
dijalankan dengan baik, maka sebuah organisasi bidang apapun akan mampu
menjalankan tanggung jawabnya dengan baik sehingga tujuan organisasi mampu
dicapai secara maksimal.
RENTANG KENDALI ( SPAN OF CONTROL )
Span
of control (SOC) pada hakekatnya adalah rentang kendali dari manajemen puncak
terhadap seluruh aktivitas yang ada dalam suatu organisasi. Jadi juga
bergantung pada seberapa besar organisasi yang dikelola baik dari segi struktur
(vertikal & horizontal) maupun ruang lngkup aktivitas organisasi.
Semakin
besar organisasi semakin besar pula SOC. Misal : Di kantor pusat ada berapa
direktorat, divisi atau departemen, dll. Di bawah kantor pusat ada berapa
kantor wilayah (regional office atau representative office). Dibawah kantor
wilayah ada berapa kantor cabang, dst. Boleh
dikatakan untuk mengukur SOC relatif sulit karena sangat bergantung pada
keyakinan manajemen puncak bahwa fungsi-fungsi manajemen (Planning, Organizing,
Actuiting dan CONTROLLING) dalam telah berjalan baik sesuai dengan harapan dan
kebijakan yang ditetapkan.
Yang
perlu diperhatikan adalah apakah dalam organisasi sudah terimplementasi Sistem
Pengendalian Intern/Internal Control System (ICS)? ICS sendiri bisa berbentuk
unit kerja Internal Auditing Departement yang secara berkala melalukan audit
pada setiap unit kerja atau yang sudah built-in yang ada pada SOP (Standard
Operating Procedure) dimana tanggung jawab dan otoritas setiap unit kerja dalam
organisasi secara jelas dan tegas dinyatakan.
KEBAIKAN DAN
KEBURUKAN BENTUK – BENTUK ORGANISASI
1. Bentuk Organisasi Garis
Bentuk ini merupakan bentuk organisasi
paling tua dan paling sederhana. Bentuk organisasi diciptakan oleh Henry Fayol.
Biasa juga disebut dengan organisasi militer dimana cirinya adalah struktur
organisasi ini relatif kecil, jumlah karyawan yang relatif sedikit, saling
kenal, dan spesialisai kerja yang belum begitu rumit dan tinggi
Kebaikannya:
·
Kesatuan
komado terjamin baik karena pimpinan berada pada satu tangan.
·
Proses
pengambilan keputusan berjalan dengan cepat karena jumlah orang yang diajak
berkonsultasi masih sedikit.
·
Rasa
solidaritas dianatara karyawan umumnya tinggi karena saling mengenal.
Keburukannya;
·
Seluruh
organisasi tergantung pada satu pimpinan (satu orang) dimana bila pimpinan
tersebut berhalangan maka organisasi tersebut akan mandek atau hancur.
·
Ada
kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
·
Kesempatan
karyawan untuk berkembang terbatas.
2.
Bentuk
Organisasi Fungsional
Bentuk ini merupakan bentuk dimana
sebagian atau segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas karena
setiap pimpinan berwenang memberikan komando pada bawahannya. Bentuk ini
dikembangkan oleh FW Taylor.
Kebaikannya;
·
Pembidangan
tugas-tugas jelas.
·
Spesialisasi
karyawan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin.
·
Digunakannya
tenga-tenaga ahli dalam berbagai bidang sesuai dengan fungsinya.
Keburukannya;
·
Karena
adanya spesialisasi kerja maka akan sulit untuk mengadakan tour of duty.
·
Karyawan
lebih mementingkan bidangnya sehingga sukar untuk melaksanakan koordinasi.
3.
Bentuk
Organisasi Garis dan Staff
Bentuk ini umumnya dianut oleh
organisasi besar, daerah kerja yang luas, mempunyai bidang tugas yang beraneka
dan rumit serta jumlah karyawan yang banyak. Bentuk ini diciptakan oleh
Harrington Emerson.
Kebaikannya;
·
Dapat
digunakan pada setiap organisasi yang besar, apapun tujuannya, luas
organisasinya,dan kompleksitas susunan organisasinya.
·
Pengambilan
keputusan lebih mudah karena adanya dukungan dari staf ahli.
·
Perwujudan
“the right man in the right place”lebih mudah terlaksana.
Keburukannya;
·
Sesama
karyawan dapat terjadi tidak saling mengenal, solidaritas sulit terbangun
·
Karena
susunan organisasinya yang koompleksitas, maka kesulitannya adalah dalam bidang
koordinasi antar divisi atau departemen.
4.
Bentuk
Organisasi Fungsional dan Staff
Bentuk ini merupakan kombinasi dari
bentuk organisasi fungsional dan bentuk organisasi garis dan staff. Adapun
kebaikan dan keburukan dari bentuk organisasi ini adalah juga merupakan
kombinasi dari bentuk diatas.
Pegawai atau karyawan dalam suatu perusahaan
terhubung dalam suatu kesatuan struktur yang menyatu dengan tujuan agar
pekerjaan yang ada dapat terselesaikan dengan baik dibandingkan tanpa adanya
pembagian tugas kerja. Untuk melakukan pengumpulan orang - orang dalam
suatu unit, divisi, bagian atau departemen dengan tugas pekerjaan yang
berkaitan diadakan kegiatan departementalization atau departementalisasi.
Pembagian departemen
atau unti pada struktur organisasi dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
- Menurut fungsi
Pada pembagian ini orang yang memiliki
fungsi yang terikat dikelompokan satu. Umumnya terjadi pada organisasi kecil
dengan sumber daya terbatas dengan produksi yang tidak banyak.
- Menurut produk
Pada jenis ini orang - orang atau
sumber daya yang ada dibagi ke dalam departementalisasi menurut fungsi serta
dibagi juga ke dalam ke dalam tiap -tiap lini produk, wilayah geografis dan
sebagainya
- Organisasi matriks
Bentuk organisasi ini merupakan
gabungan dari kedua departementalisasi di atas.




