1. Pengertian Budaya Organisasi.
Menurut para ahli :
A. Wood, Wallace, Zeffane, Schemerhom, Hunt, Osborn, budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku anggota organisasi itu sendiri.
B. Robbins, budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh organsasi itu.
C. Schein, budaya organisasi adalah pola dasar yang diterima oleh organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah dan membentuk karyawan yang dapat beradaptasi dan mempersatukan anggota organisasi.
D. Cushway dan Lodge, budaya organisasi merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para karyawan berperilaku.
Jadi secara umum Budaya Organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota dari organisasi lainnya, Yang dimaksud system makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.
2. Fungsi Budaya Organisasi.
Berikut ini fungsi budaya organisasi menurut Robbins:
a. Menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dengan yang lain.
b. Identitas bagi anggota organisasi.
c. Timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan individu.
d. Perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi dalam memberikan standar yang tepat untuk dilakukan anggotanya.
e. Mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membantu sikap serta perilaku anggotanya.
Tipologi Budaya Organisasi
Tipologi merupakan suatu pengelompokan bahasa berdasarkan ciri khas tata kata dan kalimat. (Mallinson dan Blake)
1. Tujuan tipologi budaya organisasi:
- Untuk menunjukkan aneka budaya organisasi yang mungkin ada di realita.
- Tipologi budaya organisasi dapat diturunkan dari tipologi organisasi.
Misalnya dengan membagi tipe organisasi dengan membuat tabulasi silang antara jenis kekuasaan dengan jenis keterlibatan individu dalam organisasi. Jenis kekuasaan dan keterlibatan individu dalam organisasi dalam meliputi:
a. Organisasi Koersif
b. Organisasi Remuneratif
c. Organisasi normative
Terdapat beberapa tipologi budaya organisasi. Menurut Kotter dan Hesket, ada 3 jenis budaya organisasi yaitu :
1. Budaya kuat dan lemah.
2. Budaya yang memiliki kecocokan strategik.
3. Budaya adaptif.
Kreatifitas Individu Dan Team Proses Inovasi
Kreatifitas merupakan pikiran untuk menciptakan sesuatu yang baru. Inovasi adalah melakukan sesuatu yang baru. Keduanya jelas saling berhubungan. Inovasi dianalogikan sebagai aplikasi praktis dari kreatifitas. Dengan kata lain, kreatifitas bisa merupakan variabel bebas. Sedangkan inovasi variabel tidak bebas.
Senin, 25 Mei 2015
Kesimpulan Materi Komunikasi
Komunikasi adalah sebuah interaksi atau penyampaian pesan (berupa informasi atau berita) dari seseorang kepada orang lain. Terdapat 5 unsur dalam komunikasi, yaitu :
1 - Adanya pengirim berita/informasi.
2 - Adanya penerima berita/informasi.
3 - Ada berita/informasi yang disampaikan.
4 - Ada media atau alat pengirim berita/informasi.
5 - Ada sistem simbol yang digunakan untuk menyatakan berita/informasi (berupa gerakan, tulisan, dan kata-kata)
Syarat penting agar komunikasi dapat dilakukan adalah adanya dua orang atau lebih sebagai pelaku komunikasi. orang pertrama sebagai pengirim berita dan orang kedua ataupun ketiga dan seterusnya merupakan pendengar berita.
Jenis Komunikasi
1 - Komunikasi searah : Komunikasi yang datang hanya dari satu pihak saja contohnya reporter
2 - Komunikasi dua arah : Penerima dapat berubah fungsi menjadi pengirim berita, sedangkan pengirim dapat menjadi penerima berita contohnya saat mengobrol bersama teman
Struktur Komunikasi
1 - Jenis Bintang : satu orang yang menjadi pusat komunikasi dan setiap individu yang ingin berhubungan dengan individu lainnya harus melalui pusat itu terlebih dahulu, contohnya pada saat rapat formal
2 - Jenis Hubungan Langsung : setiap individu dapat berbicara langsung dengan individu lainnya pada setiap saat yang ia kehendaki sendiri, conthnya pada saat reuni
Komunikasi Efektif dan Implikasi Manajerial
Komunikasi dapat dikatakan efektif apabila pesan dapat diterima sesuai dengan maksud pengirimnya, tidak ada hambatan untuk menindaklanjuti pesan yang dikirim. Sedangkan implikasi manajerial ialah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efesiensi, dan efektivitas melalui sumber daya yang ada.
1 - Adanya pengirim berita/informasi.
2 - Adanya penerima berita/informasi.
3 - Ada berita/informasi yang disampaikan.
4 - Ada media atau alat pengirim berita/informasi.
5 - Ada sistem simbol yang digunakan untuk menyatakan berita/informasi (berupa gerakan, tulisan, dan kata-kata)
Syarat penting agar komunikasi dapat dilakukan adalah adanya dua orang atau lebih sebagai pelaku komunikasi. orang pertrama sebagai pengirim berita dan orang kedua ataupun ketiga dan seterusnya merupakan pendengar berita.
Jenis Komunikasi
1 - Komunikasi searah : Komunikasi yang datang hanya dari satu pihak saja contohnya reporter
2 - Komunikasi dua arah : Penerima dapat berubah fungsi menjadi pengirim berita, sedangkan pengirim dapat menjadi penerima berita contohnya saat mengobrol bersama teman
Struktur Komunikasi
1 - Jenis Bintang : satu orang yang menjadi pusat komunikasi dan setiap individu yang ingin berhubungan dengan individu lainnya harus melalui pusat itu terlebih dahulu, contohnya pada saat rapat formal
2 - Jenis Hubungan Langsung : setiap individu dapat berbicara langsung dengan individu lainnya pada setiap saat yang ia kehendaki sendiri, conthnya pada saat reuni
Komunikasi Efektif dan Implikasi Manajerial
Komunikasi dapat dikatakan efektif apabila pesan dapat diterima sesuai dengan maksud pengirimnya, tidak ada hambatan untuk menindaklanjuti pesan yang dikirim. Sedangkan implikasi manajerial ialah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efesiensi, dan efektivitas melalui sumber daya yang ada.
Kesimpulan Materi Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi
Pengambilan keputusan adalah tindakan pemilihan alternatif. Hal ini berkaian dengan fungsi manajemen. Menurut Herbert A. Simon, ahli teori kepufusan dan organisasi mengonseptualisasikan tiga tahap utama dalam proses, pengambilan keputusan:
1. Aktivitas inteligens (penelusuran kondisi lingkungan yang memerlukan pengambilan keputusan)
2. Aktivitas desain (tindakan penemuan, pengembangan, dan analisis masalah)
3. Aktivitas memilih
Jenis-Jenis Pegambilan Keputusan
1. Gaya Direktif : berorientasi pada tindakan, cenderung mempunyai fokus jangka pendek, suka menggunakan kekuasaan, ingin mengontrol, dan menampilkan gaya kepemimpinan otokratis.
2. Gaya Analitik : Jenis ini suka menganalisis situasi; pada kenyataannya, mereka cenderung terlalu menganalisis sesuatu
3. Gaya Konseptual : Pembuat keputusan ini membahas sesuatu dengan orang sebanyak mungkin untuk mendapat sejumlah informasi dan kemudian mengandalkan intuisi dalam mengambil keputusan
4. Gaya Perilaku : Pembuat keputusan cenderung bekerja dengan baik dengan orang lain dan menyukai situasi keterbukaan dalam pertukaran pendapat. Mereka cenderung menerima saran, sportif dan bersahabat, dan menyukai informasi verbal daripada tulisan. Mereka cenderung menghindari konflik dan sepenuhnya peduli dengan kebahagiaan orang lain
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
1. Posisi/ kedudukan
2. Masalah
3. Situasi
4. Kondisi
5. Tujuan
Implikasi Manajerial
Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless). Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang kompetitif.Implikasi yang dirasakan oleh para pihak manajer adalah bagaimana mereka bisa mengembangkan produk yang diproduksi di negara lain,dengan baik dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada negara tersebut
1. Aktivitas inteligens (penelusuran kondisi lingkungan yang memerlukan pengambilan keputusan)
2. Aktivitas desain (tindakan penemuan, pengembangan, dan analisis masalah)
3. Aktivitas memilih
Jenis-Jenis Pegambilan Keputusan
1. Gaya Direktif : berorientasi pada tindakan, cenderung mempunyai fokus jangka pendek, suka menggunakan kekuasaan, ingin mengontrol, dan menampilkan gaya kepemimpinan otokratis.
2. Gaya Analitik : Jenis ini suka menganalisis situasi; pada kenyataannya, mereka cenderung terlalu menganalisis sesuatu
3. Gaya Konseptual : Pembuat keputusan ini membahas sesuatu dengan orang sebanyak mungkin untuk mendapat sejumlah informasi dan kemudian mengandalkan intuisi dalam mengambil keputusan
4. Gaya Perilaku : Pembuat keputusan cenderung bekerja dengan baik dengan orang lain dan menyukai situasi keterbukaan dalam pertukaran pendapat. Mereka cenderung menerima saran, sportif dan bersahabat, dan menyukai informasi verbal daripada tulisan. Mereka cenderung menghindari konflik dan sepenuhnya peduli dengan kebahagiaan orang lain
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
1. Posisi/ kedudukan
2. Masalah
3. Situasi
4. Kondisi
5. Tujuan
Implikasi Manajerial
Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless). Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang kompetitif.Implikasi yang dirasakan oleh para pihak manajer adalah bagaimana mereka bisa mengembangkan produk yang diproduksi di negara lain,dengan baik dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada negara tersebut
Minggu, 24 Mei 2015
Kesimpulan Materi Desain dan Struktur Oganisasi
Struktur organisasi adalah sebuah susunan atau pola dimana pekerjaan itu dibagi-bagi atau dikelompokan secara formal. Berikut ini adalah tiga dimensi struktur organisasi:
1. Kompleks
Mempertimbangkan tingkatan diferensiasi yang ada dalam organisasi termasuk didalamnya tingkat spesialisasi atau tingkat pembagian kerja, jumlah tingkatan didalam hirarki organisasi serta tingkat sejauh mana unit-unit organisasi tersebar secara geografis.
2. Formalisasi
Yaitu sejauh mana organisasi menyandarkan dirinya pada oeraturan dan prosedur untuk mengatur perilaku dari pada pegawainya.
3. Sentralisasi
Dimana sebuah tingkatan pengambilan keputusan dikonsentrasikan hanya pada satu titik tunggal didalam organisasi.
Departementalisasi
Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi adalah fungsi, produk atau jasa, wilayah, langganan, proses atau peralatan, waktu, pelayanan, alpa – numeral, proyek atau matriks,dll
1. Departmentalisasi Fungsional : mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi
2. Departementalisasi Divisional : Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan.
Model Desain Organisasi
1. Model Mekanistis : 1. sebuah struktur yang dicirikan oleh departementalisasi yang luas, formalisasi yang tinggi, jaringan informasi yang terbatas, dan sentralisasi.
2. Model Organik : 1. sebuah struktur yang rata, menggunakan tim lintas hierarki dan lintas fungsi, memiliki formalisasi yang rendah, memiliki jaringan informasi yang komprehensif, dan mengandalkan pengambilan keputusan secara partisipatif.
Faktor Penentu Struktur Organisasi : strategi, ukuran organisasi, teknologi, dan lingkungan
Implikasi Manajerial Desain dan Struktur Organisasi
Implikasi manajerial desain dan struktur organisasisangatlah penting dalam pengorganisasian karena dapat menghasilkan struktur atau susunan yang berkualitas didalam suatu organisasi.
1. Kompleks
Mempertimbangkan tingkatan diferensiasi yang ada dalam organisasi termasuk didalamnya tingkat spesialisasi atau tingkat pembagian kerja, jumlah tingkatan didalam hirarki organisasi serta tingkat sejauh mana unit-unit organisasi tersebar secara geografis.
2. Formalisasi
Yaitu sejauh mana organisasi menyandarkan dirinya pada oeraturan dan prosedur untuk mengatur perilaku dari pada pegawainya.
3. Sentralisasi
Dimana sebuah tingkatan pengambilan keputusan dikonsentrasikan hanya pada satu titik tunggal didalam organisasi.
Departementalisasi
Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi adalah fungsi, produk atau jasa, wilayah, langganan, proses atau peralatan, waktu, pelayanan, alpa – numeral, proyek atau matriks,dll
1. Departmentalisasi Fungsional : mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi
2. Departementalisasi Divisional : Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan.
Model Desain Organisasi
1. Model Mekanistis : 1. sebuah struktur yang dicirikan oleh departementalisasi yang luas, formalisasi yang tinggi, jaringan informasi yang terbatas, dan sentralisasi.
2. Model Organik : 1. sebuah struktur yang rata, menggunakan tim lintas hierarki dan lintas fungsi, memiliki formalisasi yang rendah, memiliki jaringan informasi yang komprehensif, dan mengandalkan pengambilan keputusan secara partisipatif.
Faktor Penentu Struktur Organisasi : strategi, ukuran organisasi, teknologi, dan lingkungan
Implikasi Manajerial Desain dan Struktur Organisasi
Implikasi manajerial desain dan struktur organisasisangatlah penting dalam pengorganisasian karena dapat menghasilkan struktur atau susunan yang berkualitas didalam suatu organisasi.
Kesimpulan Materi Perubahan dan Pengembangan Organisasi
Perubahan organisasi adalah suatu variasi dari cara-cara yang telah mapan,yang selama ini berlangsung dalam organisasi dan dipergunakan serta ditaati oleh anggota organisasi dalam melakukan aktivitasnya dan berbeda dari apa yang selama ini ada dan telah berlaku dalam organisasi.
Faktor perubahan organisasi adalah :
1. Faktor Internal: Yaitu keseluruhan faktor yang ada didalam organisasi dimana faktor tersebut dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Contohnya: perubahan tujuan
2. Faktor Eksternal : Yaitu penyebab perubahan yang berasal dari luar (atau sering disebut lingkungan) yang dapat mempengaruhi organisasi. Contohnya : politik
Pengertian Pengembangan
Pengembangan organisasi merupakan proses terencana untuk mengembangkan kemampuan
organisasi dalam kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah, sehingga dapat
mencapai kinerja yang optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi. Salah satu tujuannya adalah meningkatkan tingkat kepercayaan dan dukungan di antara anggota.
Perencanaan Strategi dan Pengembangan Organisasi
1. Perumusan organisasi: pengembangan planing jangka panjang, dari menejemen yang efektif kesempatan dan ancaman yang disinergiskan dengan kondisi internal.
2. Misi: misi Organisasi adalah tujuan atau alasan mengapa organisasi ada dan mempertegas keberadaan organisasi. Konsep misi yang disusun dengan sistemik dan general itu akan menjadikan ciri khas organisasi dengan organisasi yang lain, dan berperan terhadap uniknya nilai produk organisasi yang ditawarkan.
3. Tujuan: merupakan hasil akhir aktivitas perencanaan, dengan merumuskan apa dan kapan yang akan diselasaikan dengan mengukur sasaran.4. Strategi: strategi merupakan konsep perencanaan komprehensif tentang bagaimana organisasi dapat mencapai misi dan tujuan.
5. Kebijakan: yaitu pedoman luas yang menghubungkan strategi dan implementasi.
6. Implementasi strategi: Proses dimana manajemen mewujudkan strategi dan kebijakan dalam tindakan melalui pengembangan program, anggaran dan prosedur.
7. Program: Pernyataan aktivitas-aktivitas yang diperlukan untuk menyelesaikan perencanaan sekali pakai.
Faktor perubahan organisasi adalah :
1. Faktor Internal: Yaitu keseluruhan faktor yang ada didalam organisasi dimana faktor tersebut dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Contohnya: perubahan tujuan
2. Faktor Eksternal : Yaitu penyebab perubahan yang berasal dari luar (atau sering disebut lingkungan) yang dapat mempengaruhi organisasi. Contohnya : politik
Pengertian Pengembangan
Pengembangan organisasi merupakan proses terencana untuk mengembangkan kemampuan
organisasi dalam kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah, sehingga dapat
mencapai kinerja yang optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi. Salah satu tujuannya adalah meningkatkan tingkat kepercayaan dan dukungan di antara anggota.
Perencanaan Strategi dan Pengembangan Organisasi
1. Perumusan organisasi: pengembangan planing jangka panjang, dari menejemen yang efektif kesempatan dan ancaman yang disinergiskan dengan kondisi internal.
2. Misi: misi Organisasi adalah tujuan atau alasan mengapa organisasi ada dan mempertegas keberadaan organisasi. Konsep misi yang disusun dengan sistemik dan general itu akan menjadikan ciri khas organisasi dengan organisasi yang lain, dan berperan terhadap uniknya nilai produk organisasi yang ditawarkan.
3. Tujuan: merupakan hasil akhir aktivitas perencanaan, dengan merumuskan apa dan kapan yang akan diselasaikan dengan mengukur sasaran.4. Strategi: strategi merupakan konsep perencanaan komprehensif tentang bagaimana organisasi dapat mencapai misi dan tujuan.
5. Kebijakan: yaitu pedoman luas yang menghubungkan strategi dan implementasi.
6. Implementasi strategi: Proses dimana manajemen mewujudkan strategi dan kebijakan dalam tindakan melalui pengembangan program, anggaran dan prosedur.
7. Program: Pernyataan aktivitas-aktivitas yang diperlukan untuk menyelesaikan perencanaan sekali pakai.
Langganan:
Postingan (Atom)