Minggu, 24 November 2013

Remaja Dan Seks Bebas ( Tugas Softskill Minggu Ke 9 )


Remaja Dan Seks Bebas

Kita  telah  ketahui  bahwa  kebebasan  bergaul  remaja  sangatlah  diperlukan agar mereka tidak "kuper" sehingga "Banyak teman maka banyak pengetahuan". Namun tidak semua teman kita sejalan dengan apa  yang  kita  inginkan.  Mungkin  mereka  suka  hura-hura,  suka  dengan  yang berbau  pornografi,  dan  tentu  saja  ada  yang  bersikap  terpuji. 
benar  agar  kita  tidak  terjerumus  ke  pergaulan  bebas  yang  menyesatkan. 
       Masa  remaja  merupakan  suatu  masa  yang  menjadi  bagian  dari  kehidupan manusia yang di dalamnya penuh dengan dinamika. Dinamika kehidupan remaja ini akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan diri remaja itu sendiri. Masa remaja  dapat  dicirikan  dengan  banyaknya  rasa  ingin  tahu  pada  diri  seseorang  dalam berbagai hal tidak terkecuali bidang seks Seiring  dengan  bertambahnya  usia  seseorang,  organ  reproduksipun mengalami  perkembangan  dan  pada  akhirnya  akan  mengalami  kematangan.
Kematangan  organ  reproduksi  dan  perkembangan  psikologis  remaja  yang  mulai menyukai lawan jenisnya serta arus media informasi baik elektronik maupun non elektronik  akan  sangat  berpengaruh  terhadap  perilaku  seksual  individu  remaja tersebut.
Menurut survei yang dilakukan oleh Komnas Perlindungan Anak terhadap siswa SMA dan SMP mengungkapkan bahwa 97 % siswa SMA dan SMP pernah menonton film porno, 93,7% pernah berciuman dan oral seks, 627% siswa SMP sudah tidak perawan, dan 21,2% siswa SMA pernah melakukan aborsi.
         Salah  satu  masalah  yang  sering  timbul  pada  remaja  terkait  dengan  masa awal kematangan organ reproduksi pada remaja adalah masalah kehamilan yang terjadi pada remaja diluar pernikahan. Apalagi apabila Kehamilan tersebut terjadi pada  usia  sekolah.  Siswi  yang  mengalami  kehamilan  biasanya  mendapatkan respon  dari  dua  pihak.  Pertama  yaitu  dari  pihak  sekolah,  biasanya  jika  terjadi kehamilan  pada  siswi,  maka  yang  sampai  saat  ini  terjadi  adalah  sekolah meresponnya  dengan  sangat  buruk  dan  berujung  dengan  dikeluarkannya  siswi tersebut dari sekolah. Kedua yaitu dari lingkungan di mana siswi tersebut tinggal, lingkungan  akan  cenderung  mencemooh  dan  mengucilkan  siswi  tersebut.  Hal tersebut terjadi jika karena masih kuatnya nilai norma kehidupan masyarakat kita.
Kehamilan remaja adalah isu yang saat ini mendapat perhatian pemerintah.  Karena  masalah  kehamilan  remaja  tidak  hanya  membebani  remaja  sebagai individu  dan  bayi  mereka  namun  juga  mempengaruhi  secara  luas  pada  seluruh strata di masyarakat dan juga membebani sumber-sumber kesejahteraan. Namun, alasan-alasannya  tidak  sepenuhnya  dimengerti.    Beberapa  sebab  kehamilan termasuk rendahnya pengetahuan tentang keluarga berencana, perbedaan budaya yang  menempatkan  harga  diri  remaja  di  lingkungannya,  perasaan  remaja  akan ketidakamanan atau impulsifisitas, ketergantungan kebutuhan, dan keinginan yang sangat untuk mendapatkan kebebasan. 
Selain  masalah  kehamilan  pada  remaja  masalah  yang  juga  sangat menggelisahkan  berbagai  kalangan  dan  juga  banyak  terjadi  pada  masa  remaja adalah banyaknya remaja yang mengidap HIV/AID. Ini adalah sebab dari pudarnya moral para Remaja. dan kurang pedulinya kita ( Pemerintah, masyarakat, orang tua ) terhadap perkembangan moral generasi penerus bangsa.

Masalah  tersebut  perlu  mendapat  perhatian  dari  berbagai  pihak mengingat remaja merupakan calon penerus generasi bangsa. Ditangan remaja lah masa depan bangsa ini digantungkan. Terdapat  beberapa  cara  yang  dapat  dilakukan  dalam  upaya  untuk  mencegah semakin meningkatnya masalah yang terjadi pada remaja, yaitu antara lain : 
Peran Orangtua :
  • Menanamkan pola asuh yang baik pada anak sejak prenatal dan balita
  • Membekali anak dengan dasar moral dan agama
  • Mengerti komunikasi yang baik dan efektif antara orangtua – anak
  • Menjalin kerjasama yang baik dengan guru
  • Menjai  tokoh  panutan  bagi  anak  baik  dalam  perilaku  maupun  dalam  hal menjaga lingkungan yang sehat
  • Menerapkan disiplin yang konsisten pada anak

SD 05 Pondok Kelapa tak kunjung direnovasi ( Tugas Softskill Minggu ke 8 )


5 Kali usul, gedung SD 05 Pondok Kelapa tak kunjung direnovasi

          Insiden ambruknya atap Sekolah Dasar (SD) Negeri 05 Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur Minggu (3/11) lalu disebabkan keroposnya bangunan. Tidak ada korban jiwa akibat ambruknya atap sekolah.
Menanggapi robohnya atap sekolah, Kepala Sekolah SDN 05, Kaswinarsi mendesak Pemerintah Daerah untuk segera memperbaiki sekolah secara keseluruhan. "Kami hanya melakukan rehab secara ringan sesuai dengan dana yang ada menggunakan dana BOS, kami sudah melakukan 5 kali usulan kepada Pemda namun hingga saat ini belum ada jawaban dan kami dijanjikan baru akan terlaksana 2014," ujar Kaswinarsi kepada wartawan ketika ditemui di lokasi, Rabu (6/11).
Ia menambahkan, beberapa kali dinas pendidikan mengecek kondisi sekolah yang bangunannya sudah tidak layak tersebut. Namun hingga saat ini belum ada kepastian mengenai perbaikan sekolah yang bangunannya sudah sangat rapuh tersebut.
"Saya terkadang iri mas melihat bangunan-bangunan SMP yang bagus-bagus, tapi kenapa bangunan SD ini tidak sebagus mereka, bangunan sekolah ini sudah sangat tua dan kami hanya bisa memperbaiki kekurangan yang ada, itu upaya yang bisa kami lakukan demi keselamatan anak-anak murid, untuk itu jangan salahkan kami jika nantinya kejadian minggu malam lalu terulang dan memakan korban," tegasnya.
Dari pantauan merdeka.com, banyak atap-atap bangunan sekolah yang sudah dimakan rayap dan bahkan cenderung rapuh sehingga tidak layak. Kondisi ini tentu mengkhawatirkan dan mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah yang terletak di Jalan Haji Naman No 77 tersebut.
Sumber :          merdeka/6/11/13

Minggu, 17 November 2013

Kontroversi Lokalisasi ( Tugas Softskill Minggu Ke 7 )


Kontroversi Lokalisasi
Para wanita yang bekerja sebagai PSK itu terpaksa melakukannya karena tidak ada pekerjaan lain, demi mencukupi kebutuhan ekonomi. Mereka juga tidak setuju jika lokalisasi ditutup karena itu akan menghilangkan mata pencaharian mereka. Namun mereka bersedia lokalisasi ditutup apabila pemerintah memberikan pekerjaan baru yang layak atau memberikan keterampilan pada mereka. Beberapa mantan mucikari berpendapat bahwa bisnis lokalisasi itu cukup menguntungkan para pengusaha lokalisasi tersebut. Mereka mendapat penghasilan banyak. Dan banyak wanita-wanita yang direkrut, baik itu karena si wanita sendiri yang ingin jadi PSK, maupun wanita yang tertipu, tidak tahu bahwa dirinya akan dijadikan PSK.
Di satu sisi penutupan lokalisasi akan menyebabkan para pria pencari/penggila seks tersebut akan menyebar dan melakukan seks bebas ataupun perkosaan di mana-mana. Dengan adanya lokalisasi, seks bebas tersebut bisa dipusatkan, sehingga pemerintah bisa mudah memantau, membina, maupun melakukan pencegahan dampak-dampak buruk dengan membagi kondom. Permasalahan lokalisasi tidak sesederhana yang dipikirkan orang. Benar bahwa lokalisasi itu amoral dan menimbulkan citra yang buruk bagi masyarakat maupun bangsa Indonesia, namun jika lokalisasi ditutup malah akan timbul dampak yang lebih parah.
Keberadaan lokalisasi itu pada dasarnya tidaklah memperbaiki moral masyarakat, dan tidak pula mengurangi jumlah seks bebas. Keuntungan dari adanya lokalisasi hanyalah untuk memudahkan pemerintah dalam mencegah dampak-dampak seperti HIV misalnya. Pada dasarnya lokalisasi ini dimanfaatkan sebagai semacam “habitat pendosa” oleh pemerintah, supaya para pendosa tersebut bisa tinggal dan berbuat seks di lokasi ini saja, tidak menyebar ke mana-mana di masyarakat. Menteri kesehatan bisa saja berargumen bahwa jika tidak ada lokalisasi maka akan timbul banyak perkosaan dan seks bebas di masyarakat.
Pemerintah bisa saja berpikir bahwa adanya lokalisasi ini bisa membantu melindungi orang-orang, terutama para penghuni lokalisasi, dari ancaman kehamilan atau HIV akibat seks bebas. Namun perlu diingat bahwa dampak utama dari dosa seks bebas bukanlah HIV atau kehamilan ataupun penyakit kelamin; dampak utamanya adalah di akhirat nanti. Para pelaku seks bebas itu akan mendapatkan hukuman atas dosa-dosa mereka dari Sang Tuhan sendiri. Pemerintah tidak akan bisa melindungi mereka dari dampak ini.
Menurut saya langkah-langkah yang harus di ambil antara lain :
1. Bubarkan lokalisasi
2. Beri pembinaan keterampilan atau pekerjaan yang layak bagi para pekerja lokalisasi itu
3. Tingkatkan pengamanan dan pengawasan di masyarakat untuk mencegah munculnya banyak seks bebas ataupun pemerkosaan
4. Beri pendidikan seks dan moral bagi masyarakat
Memang cara ini akan terkesan lambat. Mungkin anda akan berkata: cara seperti itu tidak akan ampuh untuk melenyapkan seks bebas dari masyarakat. Anda benar. Namun perlu diingat bahwa adanya lokalisasi sekalipun juga tidak melenyapkan seks bebas dari masyarakat. Dan sama halnya dengan pembunuhan, perampokan, pelanggaran lalu lintas, dsb. Sampai kapanpun di masyarakat pasti akan terjadi kasus-kasus tersebut, tak peduli sebagus apapun pengamanan di masyarakat. Memang kita harus menerima kenyataan bahwa dunia ini penuh dosa. Yang bisa kita lakukan adalah berusaha sebisa mungkin memperbaiki moral masyarakat dan mencegah sebisa mungkin terjadinya perbuatan-perbuatan amoral itu. Membuatkan sebuah “habitat pendosa” bukanlah solusi yang bijak.

Minggu, 10 November 2013

Krisis Buku Nikah ( Tugas Softskill Minggu Ke - 6 )



Krisis Buku Nikah

Akhir – akhir ini kita disajikan berita dari beberapa daerah tentang kelangkaan buku nikah, hal ini berarti  menandakan tidak ada kecermatan Kemenag dalam memperkirakan serta menghitung lonjakan pernikahan di Indonesia. Menurut Menteri Agama kelangkaan buku nikah di sejumlah provinsi terjadi akibat terlambatnya pencairan persetujuan anggaran. Maka dampaknya proses tender tentang buku nikah tersebut ikut terlambat. Menurut Menag adanya keterlambatan anggaran ini akibat adanya sikap kehati-hatian yang dilakukan oleh pemerintah. "Tender percetakan terlambat dan kini juga tender untuk distribusi juga terlambat, akibatnya ada daerah yang kekurangan buku nikah," jelas, Menteri Agama Suryadharma Ali, di Jakarta, Kamis (31/10).
Kelangkaan buku nikah dapat berdampak kepada calon pasangan suami istri yang akan melangsungkan pernikahan bila mereka tak kunjung mendapatkan buku nikah hal ini dapat membuat para calon pasangan suami istri ini memilih untuk menikah sirih yang kita ketahui bahwa nikah sirih tidak diperbolehkan oleh negara karena tidak tercatat di catatan sipil, selain itu buku nikah pun sering di gunakan untuk berkas peminjaman uang di bank.
Seharusnya pemerintah dapat melakukan antisipasi dengan melihat bulan-bulan tingginya pernikahan, ternyata ada bulan-bulan tertentu yang pernikahan melonjak tajam dan pemerintah mengatahui ini semestinya tidak ada kelangkaan agar pengantin baru menikah dapat bahagia. Kemenag harus membuat kebijakan dengan melakukan pengadaan buku nikah yang lebih banyak di tahun depan. Berkaca pada presentase pernikahan di tahun-tahun sebelumnya.

Tambahan Refresensi :  -      REPUBLIKA.CO.ID
-          SINDONEWS.COM