Kamis, 24 Oktober 2013

Pro dan Kontra Game Online ( Tugas Softskill Minggu ke 3 )


Pro dan Kontra Game Online

                Di era globalisasi saat ini kemajuan teknologi sangat berjalan sangat cepat dan mampu berkembang dengan cepat, hampir semua orang terkaya di dunia berbasis pada perusahaan teknologi yang mereka miliki. Tak terkecuali game online yang saat ini tengah di gandrungi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia mulai dari anak – anak, remaja, hingga orang dewasa yang tak luput dari syndrome game online, hal ini menjadi permasalahan bagi masyarakat selain sisi positif game online yang mampu menghibur masyarakat dari kejenuhan hidup dan juga menandakan masyarakat kita yang sudah melek terhadap tekhnologi, game online juga memiliki banyak sisi negative antara lain mampu mengubah struktur sosial dan budaya pada masyarakat kita.
                Sangat di maklumi apabila anak – anak kita memilih game online dari pada permainan tradisional Indonesia, hal ini di karenakan game online lebih praktis, tidak memerlukan banyak tempat, dan juga kadang menjadi parameter kehebatan teknologi seorang anak. Terkadang anak – anak yang tidak kurang mampu yang kecanduan game online tidak jarang melakukan tindakan kriminal contohnya mencuri sepeda motor seperti yang diberitakan di media massa beberapa saat yang lalu. Game online pun terkadang mengganggu proses pendidikan seorang anak/remaja dan kariri orang dewasa.
                Hal ini harus menjadi perhatian semua pihak di mulai dari lingkungan terkecil dalam yaitu keluarga, keluarga harusnya menjadi pengawas pertama seorang anak dan mengetahui apa yang dilakukan atau dimainkan anaknya/ anggota keluarganya, tidak salah memang bila kita menghilangkan stress dengan bermain game online tetapi harus dengan batas yang sewajarnya dan tanpa menghilangkan budaya/identitas kita sebagai bangsa. Apalagi bagi orang dewasa menghilangkan kepenatan pekerjaan terkadang baik demi peningkatan produktifitas dalam bekerja. Secara garis besar tidak masalah keberadaan game online di Indonesia bila masih dapat terkontrol dengan baik oleh kita, apalagi keluarga yang dapat mengawasi anaknya agar tidak mengganggu pendidikan dan pertumbuhan secara fisik maupun psikis  

1 komentar: