Kamis, 02 Oktober 2014

Teori organisasi


Arti pentingnya organisasi dan metode

 

Dalam asal katanya Organisasi berasal dari bahasa Yunani yaitu : organon (alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah unit tujuan bersama. Sebuah organisasi bisa terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.

Mendalami pengertian organisasi itu sangat penting karena dapat membantu untuk membentuk suatu aktifitas atau tim kerja tertentu. Organisasi identik dengan sekelompok individu yang terstruktur dan sistematis yagn tergabung pada suatu system, Pengertian organisasi itu adalah tempat sekelompok individu untuk mencapai suatu tujuan tertentu dan organisasi itu terbentuk dari berbagai individual yang memiliki satu kepentingan.

Siapapun memerlukan pengalaman dalam organisasi, ini dikarenakan manusia adalah makhluk sosial yang pasti akan berinteraksi dengan yang lain.

Organisasi dalam arti statis dan organisasi dalam arti dinamis, terdapat hubungan yang erat antara manajemen , organisai dan metode. Manajemen , organisai dan tata kerja seluruhnya diarahkan kepada tercapainya suatu tujuan secara efisien ,Jadi organisasi memiliki arti yang sangat penting dalam kehidupan terutama di bidang tata kerja dan tidak hanya itu organisasi, manajemen, dan tata kerja juga memiliki hubungan yang sangat kuat.

Dalam hal nya dapat disimpulkan bahwa organisasi, manajemen, dan tata kerja tidak dapat dipisahkan karena memiliki keterkaitan tertentu .

Pengertian organisasi dan metode :

Organisasi memiliki arti sebagai wadah bagi suatu kelompok manusia yang terdiri dari sekumpulan individu yang berbeda yang masing-masing individu tersebut saling terkait satu sama lain untuk mencapai tujuan tertentu.

Metode memiliki arti sebagai suatu cara kerja yang di pilih untuk mencapai tujuan tertentu.

Dari pengertian tersebut maka pengertian lengkap tentang organisasi dan metode adalah suatu rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen dengan memperhatikan kerjasama dari masing-masing individu yang ada dalam organisasi tersebut dan efektifitas dari metode yang di pilih sesuai dengan proses organisasi.

Organisasi dan Metode mempunyai beberapa penjelasan yaitu :

·         Organisasi dan metode merupakan kunci atau syarat pelaksanaan kerja setepat tepatnya.

·         Organisasi dan metode penting bagi kegiatan manajemen.

·         Organisasi dan metode dapat memanfaatkan sumber-sumber dan waktu yang ada.

·         Organisasi dan metode berguna dalam meningkatkan efisiensi kerja untuk mencapai tujuan.


Ciri-Ciri Organisasi Sosial

Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.

2. Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.

3. Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.

4. Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.

Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:

·         Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.

·         Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.

·         Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.

Ilmu organisasi merupakan ilmu yang penting dimiliki, karena dalam kehidupan kita tidak lepas dari organisasi. Di mulai dari lingkungan yang sederhana dari keluarga, hingga struktur yang rumit seperti organisasi pemerintahan.

a.       ciri-ciri organisasi, yaitu :

·         Adanya komponen ( atasan dan bawahan) .

·         Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang).

·         Adanya tujuan .

·         Adanya sasaran .

·         Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati .

·         Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas.

b.      Ciri-ciri Organisasi Modern

·         Organisasi bertambah besar

·         Pengolahan data semakin cepat

·         Penggunaan staf lebih intensif

·         Kecendrungan spesialisasi

·         Adanya prinsip-prinsip atau azas-azas organisasi

·         Unsur-unsur organisasi lebih lengkap

Menyangkut hal itu pengertian organisasi juga merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.  


Unsur-Unsur Organisasi

·         Manusia (Man).

·         Kerjasama.

·         Tujuan Bersama.

·         Peralatan (Equipment).

·         Lingkungan.

·         Kekayaan alam.

·         Kerangka/Konstruksi mental

Secara garis besar organisasi mempunyai tiga unsur yaitu :

·         Manusia.

·         Kerjasama.

·         Tujuan bersama-sama.

Dari ketiga unsur tersebut saling terkait dan mempunyai satu kesatuan. dari berbagai macam teori organisasi yang di kemukakan oleh para ahli tidak ada satu pun yang memiliki kebenaran mutlak. dan antara teori organisasi yang satu dengan yang lain saling melengkapi. Setiap bentuk organisasi akan mempunyai unsur-unsur tertentu, yang antara lain sebagai berikut:

·         Sebagai wadah atau tempat untuk bekerja sama.

·         Proses kerja sama sedikitnya antara dua orang

·         Jelas tugas dan kedudukannya masing-masing

·         Ada tujuan tertentu

Secara ringkas unsur-unsur organisasi yang paling dasar adalah

·         Harus ada wadah atau tempatnya untuk bekerja sama.

·         Harus ada orang-orang yang bekerja sama.

·         Kedudukan dan tugas masing-masing orang harus jelas.

·         Harus ada tujuan bersama yang mau dicapai.

Unsur dasar yang membentuk suatu organisasi terdiri dari :

a. Anggota organisasi

Yaitu, Orang-orang yang melaksanakan pekerjaan organisasi, membentuk organisasi serta terlibat dalam beberapa kegiatan primer. Orang-orang ini terlibat juga dalam kegiatan pemikiran-pemikiran yang meliputi konsep-konsep, penggunaan bahasa, pemecahan masalah, dan pembentukan gagasan. Mereka juga terlibat dalam kegiatan-kegiatan perasaan yang mencakup emosi, keinginan, dan aspek-aspek perilaku manusia lainnya yang bukan aspek intelektual. Mereka juga terlibat dalam kegiatan self-moving (mencakup kegiatan fisik). Dan mereka terlibat juga dalam kegiatan elektrokimia yang mencakup brain synaps (daerah kontak otak tempat impuls saraf ditransmisikan hanya ke satu arah).

b. Pekerjaan dalam organisasi

Pekerjaan ini terdiri dari tugas-tugas formal dan tugas-tugas informal. Tugas-tuguas ini menghasilkan produk dan memberikan pelyanan organisasi. Pekerjaan ini ditandai oleh tiga dimensi universl :

·         Isi

·         Keperluan

·         Konteks

 

c. Praktik-praktik pengelolaan

Tujuan primer pegawai manejerial adalah menyelesaikan pekerjaan melalui usaha orang lainnya. Manejer membuat keputusan mengenai bagaimana orang-orang lainnya, biasanya bawahan mereka, menggunakan sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan mereka. Sebagian manejer membawahi para pekerja yang beroperasi dan sebagian lainnya membawahi manejer-manejer lainnya.

 

d. Stuktur Organisasi

Merujuk kepada hubungan-hubungan antara tugas-tugas yang dilaksanakan oleh anggota-anggota organisasi. Struktur organisasi di entukan oleh tiga variable kunci :

·         Kompleksitas

·         Formalisasi

·         Sentralisasi

e. Pedoman Organisasi

Adalah serangkaian pernyataan yang mempengaruhi, mengendalikan dan memberi arahan bagi anggota organisasi dalam mengambil keputusan dan tindakan. Pedoman organisasi tersiri atas : pernyataan-pernyataan seperti cita-cita, misi, tujuan, strategi, kebijakan, prosedur dan aturan.

Pemahaman Unsur-Unsur Organisasi

Unsur-unsur dasar organisasi dipahami secara selektif untuk menciptakan evaluasi dan reaksi yang menunjukan apkah yang dimaksud oleh setiap unsur dasar tersebut dan seberapa baik unsur-unsur ini beroperasi bagi kebaikan anggota organisasi.

Unsur-unsur organisasi tidak secara langsung menciptakan iklim komunikasi organisasi, tetapi bergantung pada persepsi anggota organisasi mengenai :

·         Nilai hukum dan peraturan tersebut

·         Kegiatan-kegiatan yang dikenai hukum dan peraturan tersebut

Pengaruh Komunikasi

Iklim komunikasi dapat menjadi salah satu pengaruh yang paling penting dalam produktivitas organisasi, karena iklim mempengaruhi usaha anggota organisasi. Usaha dalam hal ini merujuk kepada penggunaan tubuh secara fisik dalam bentuk mengangkat, berbiara, atau berjalan, dan memecahkan masalah.

Usaha biasanya terdiri atas 4 unsur :

·         Aktivitas

·         Langkah-langkah pelaksanaan kerja

·         Kualias hasil

·         Pola waktu kerja

 

Kesediaan untuk melakukan usaha sungguh-sungguh atas nama organisasi adalah satu dari tiga factor komitmen organisasi. Kepercayaan yang kuat serta penerimaan atas tujuan serta nilai-nilai organisasi, dan keinginan yang besar untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi adalah dua factor komitmen organisasi lainya.

Iklim komunikasi dalam organisasi mempunyai konsekuensi penting bagi pergantian dan masa kerja pegawai dalam organisasi. Iklim komunikasi yang positif cenderung meningkatkan dan mendukung komitmen pada organisasi. Proses-proses interaksi yang terlibat dalam perkembangan iklim komunikasi organisasi juga memberi andil pada beberapa pengaruh penting dalam restrukturisasi, reorganisasi, dan dalam menghidupkan kembali unsur-unsur dasar organisasi.

Kepuasan Organisasi Komunikasi

Kepuasan atas komunikasi kadang-kadang dikacaukan dengan iklim komunikasi , alasannya adalah bahwa iklim, merupakan fungsi dari bagaimana kepuasan anggota terhadap komunikasi dalam organisasi. Kepuasan menggambarkan suatu konsep individu dan konsep mikro sedangkan iklim merupakan konsep makro dan konsep gabungan.

Kepuasan juga menggambarkan evaluasi atas suat keadaan internal afektif, sedangkan iklim merupakan deskripsi kondisi eksternal bagi indivivu. Iklim terdiri dari suatu citra gabungan entitas atau fenomena global, seperti komunikasi atau organisasi. Kepuasan menggambarkan reaksi afektif individu ata shasil-hasil yang dinginkan yang berasal dari komunikasi yang terjadi dalam organisasi.

Istilah kepuasan komunikasi digunakan untuk menyatakan keseluruhan tingkat kepuasan yang di rasakan pegawai dalam lingkungan awl komunikasinya. Meskipun komunikasi terlihat bertumpang tindih dengan iklim komunikasi.Kepuasan komunikasi ini cenderung memperkaya gagasan iklim dengan menyoroti tingkat individu dan pribadi.

Analalisis Down dan Hazen (1977) mengidentifikasikan bahwa kepuasan komunikasi terdiri dari 8 dimensi, yakni :

·         Sejauh mana komunikasi dalam organisasi memotivasi dan merangsang para pegawai untuk memenuhi tujuan organisasi dan untuk berpihak kepada organisasi.

·         Sejauh mana penyelia terbuka pada gagasan, mau mendengarkan dan menawarkan bimbingan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan pekerjaan.

·         Sejauh mana para individu menerima informasi tentang lingkungan kerja saat itu

·         Sejauh mana pertemuan-pertemuan diatur dengan baik, pengarahan tertulis singkat dan jelas, dan jumlah komunikasi dalam organisasi cukup

·         Sejauh mana terjadinya desas-desus dan komunikasi horizontal yang cermat dan mengalir bebas

·         Sejauh mana informasi tentang organisasi sebagai suatu keseluruhan memadai

·         Sejauh mana para bawahan responsive terhadap komunikasi kebawah dan memperkirakan kebutuhan penyedia

·         Sejauh mana pegawai merasa bahwa mereka mengetahui bagaimana mereka dinilai dan bagaimana keinerja mereka dihapus.

 


Teori Organisasi

Pada dasarnya organisasi terbentuk atas dasar adanya keterbatasan-keterbatasan pada manusia sebagai individu dalam mencapai suatu tujuan. Dengan adanya organisasi dan kegiatannya diekspektasikan kendala-kendala individu dalam kemampuan biologis dan faktor fisikal dari lingkungan yang dihadapi olehnya dapat diatasi.

Alasan dibentuknya organisasi di antaranya adalah alasan sosial, yaitu sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan manusia-manusia untuk pergaulan; alasan material yaitu meperbesar kemampuannya; dan untuk efesiensi dan mengakumulasikan pegetahuan dari generasi ke generasi. Selain itu, organisasi juga memiliki manfaat lain, yaitu menimbulkan efek sinergi di mana output suatu organisasi akan sangat bergantung pada input yang disatukan. 

 

 

Tugas Individu Softskill



Organisasi Internasional
Organisasi adalah Kumpulan dua orang atau lebih yang bekerja sama dengan pembagian tugas yang sistematis untuk tujuan yang sama.
Organisasi internasional adalah suatu organisasi yang dibuat oleh anggota masyarakat internasional secara sukarela atau atas dasar kesamaan yang bertujuan menciptakan perdamaian dunia dalam tata hubungan internasional. Pada hakikatnya organisasi internasional memiliki arti luas dan sempit. Secara luas, organisasi internasional meliputi organisasi publik (public international organization), organisasi privat (privat international organitation), organisasi regional, organisasi subregional, dan organisasi bersifat universal (organization of universal character). Secara sempit hanya meliputi organisasi internasional publik. PBB juga merupakan organisasi internasional yang memiliki tujuan utama dalam perjanjian Atlantic Charter.
Ciri – Ciri Organisasi Internasional
     Organisasi International memiliki ciri-ciri yang sama dengan organisasi lain pada umumnya. Hanya saja organisasi ini memiliki cakupan yang lebih besar dalam aspek wilayah.
·         Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
·         Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
·         Adanya tujuan
·         Adanya sasaran
·         Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
·         Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas

Tujuan Organisasi Internasional
J.G. Strake mengatakan bahwa masing-masing organisasi Internasional dibatasi berdasarkan fungsi-fungsi dan tanggung jawab hukumnya, dengan masing-masing memiliki lapangan kegiatan sendiri yang terbatas. Klasifikasi organisasi internasional menurut tujuan dan aktivitasnya berkisar dari yang bersifat umum hingga yang khusus dan terbagi menurut orientasinya, yaitu, menuju pada hubungan kerjasama para anggotannya, menurunkan tingkat konflik atau menghasilkan konfrontasi antar anggota atau yang bukan anggota. Klasifikasi yang terakhir adalah berdasarkan struktur organisasi internasional. Dengan memperhatikan strukturnya, maka dapat dilihat bagaimana suatu institusi membedakan antara satu anggota dengan anggota lainnya, sehingga, dengan demikian, dapat dilihat bagaimana suatu organisasi internasional dalam memperlakukan anggotannya. Selain itu, struktur juga dapat melihat tingkat kemandirian institusi dari anggotannya yang berupa pemerintahan dan melihat keseimbangan antara elemen pemerintahan dan yang bukan pemerintahan (Archer, 1983).
Teori Organisasi Internasional
Organisiasi internasionalatau yang disebut”Multilateralisme” adalah suatu istilah hubungan internasional yang menunjukkan kerjasama antar beberapa negara yang dibentuk dalam suatu gerakan organisasi yang tujuannya bersifat umum ataupun  khusus, serta ruang lingkup keanggotaan dari organisasi internasional ini bisa bersifat global maupun regional. Clive Archer berpendapat bahwa organisasi internasional adalah kerjasama yang tidak hanya didominasi oleh aktor negara saja. Seiring dengan kompleksitas global, dimana kebutuhan untuk bekerja sama satu sama lain menjadi semakin besar, dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendukung, mendorong aktor-aktor non-negara, termasuk individu, untuk menjalin konektivitas satu sama lain untuk bekerja sama termasuk dalam sebuah organisasi internasional. Dengan kata lain organisasi internasional dapat dikatakan sebagai suatu asosiasi atau perhimpunan Negara-negara berdaulat yang terikat pada perjanjian untuk mencapai tujuan bersama.
Klasifikasi Organisasi Internasional :
1.  Organisasi Internasional dengan keanggotaan ruang lingkup global, maksud dan tujuannya bersifat umum, seperti PBB.
2. Orgasnisasi internasional dengan keanggotaan ruang lingkupnya global, maksud dan tujuannya bersifat khusus, seperti Unicef, ILO, WHO, FAO, dll.
3.  Organisasi internasional dengan keanggotaan ruang lingkup regional, maksud dan tujuannya bersifat umum, seperti Asean, KAA, Uni Eropa.
4. Organisasi internasional dengan keanggotaan ruang lingkup regional dan bersifat khusus, seperti Nato, Seato, dan Afta.
E. Contoh Organisasi Sosial Yang Di Minati
United Nations Children's Fund ( UNICEF )
UNICEF atau Badan PBB untuk anak-anak didirikan oleh Majelis Umum PBB pada 11 Desember1946. Bermarkas besar di Kota New York, UNICEF memberikan bantuan kemanusiaan dan perkembangan jangka panjang kepada anak-anak dan ibunya di negara-negara berkembang. UNICEF merupakan agensi yang didanai secara sukarela, oleh karena itu agensi ini bergantung pada sumbangan dari pemerintah dan pribadi. Program-programnya menekankan pengembangan pelayanan masyarakat untuk mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak. UNICEF mendapatkan Penghargaan Perdamaian Nobel pada 1965. Klub Spanyol FC Barcelona mendukung UNICEF dengan memasang logo badan PBB itu pada seragam para pemainnya tanpa imbalan finansial.
Tujuan UNICEF
Unicef adalah kekuatan pendorong yang membantu membangun dunia di mana hak-hak setiap anak terealisasikan. Unicef memiliki otoritas global untuk mempengaruhi para pengambil keputusan, dan berbagai mitra di tingkat akar rumput untuk mengubah ide yang paling inovatif menjadi kenyataan. Itulah yang membuat unicef tergolong unik di antara organisasi-organisasi lain dunia,  dimana mereka selalu berhadapan langsung dengan anak-anak atau kaum muda lainnya, karena setiap anggota unicef percaya bahwa mengasuh dan merawat anak-anak adalah pilar kemajuan manusia.
 Unicef sendiri diciptakan dengan tujuan ini dalam pikiran bekerja dengan orang lain untuk mengatasi kendala bahwa kemiskinan, kekerasan, penyakit dan diskriminasi terjadi di jalan anak.  Unicef telah banyak berperan dalam dunia internasional yakni dengan melaksanakan program untuk memvaksinasi anak-anak terhadap penyakit menular, dan merupakan pemimpin dalam pekerjaan pada pencegahan HIV / AIDS. Unicef adalah pendukung kuat bagi pendidikan universal, untuk anak perempuan serta anak laki-laki, dan lembaga ini juga bekerja untuk mengatasi kekerasan dan diskriminasi terhadap anak. UNICEF memberikan bantuan kemanusiaan khususnya kepada anak-anak yang hidup didunia yang luluh lantah akibat dari perang dunia ke II. Unicef memiliki sejarah yang panjang dalam upaya memberikan bantuan darurat diseluruh penjuru dunia, baik untuk bencana alam maupun yang disebabkan konflik sehingga banyak yang telah berubah sejak saat itu hingga sekarang namun misi fundamental UNICEF tetaplah sama yakni ingin memberikan bantuan kemanusiaan di bidang kesehatan dan gizi, air dan kebersihan lingkungan, perlindungan, serta pendidikan dan HIV/AIDS.
 Unicef merespon terhadap anak dalam situasi darurat, seperti jenis produk makanan dan membangun kembali infrastruktur kesehatan di daerah yang dilanda perang. Unicef juga bekerja untuk mempromosikan kesehatan anak dan kesejahteraan non-situasi darurat, dengan program berkelanjutan yang berupaya untuk mengurangi pekerja anak atau menyusui advokat. 

Peran Unicef dalam Organisasi Internasional
Unicef memulai misinya pada tahun 1946 sebagai organisasi bantuan untuk anak-anak setelah Perang Dunia II. Mandatnya segera diperluas untuk membantu anak-anak yang hidupnya dalam bahaya di negara berkembang. Dalam kurun waktu 60 tahun, Unicef telah memiliki anggota lebih dari 7.000 orang di 157 negara dan teritori di seluruh dunia. Sembilan dari 10 anggota staf bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah dan mitra lain di seluruh dunia. Unicef telah mewujudkan hak-hak intrinsik anak untuk kualitas dasar kehidupan, para pemimpin dunia hak lebih lanjut didefinisikan dalam Konvensi Hak Anak. Unicef mendasarkan tindakannya pada up-to-date penelitian besar dan pengalaman tentang apa yang bekerja untuk membantu memberi anak-anak awal terbaik dalam hidup, untuk bertahan hidup dan berkembang terutama dalam keadaan darurat dan untuk pergi ke sekolah.
Prioritas Unicef adalah penting untuk Pembangunan Kerja Unicef dapat dikelompokkan menjadi lima bidang strategis utama. Mereka semua saling terkait; kemajuan dalam ada orang yang mengarah ke kemajuan dalam yang lain. Bersama mereka membuat perbedaan bagi anak-anak dengan mendukung implementasi Deklarasi Millenium Summit dan pekerjaan di dunia menuju Tujuan. Mereka juga memastikan bahwa Unicef memberikan kontribusi efektif untuk mengurangi kemiskinan, melalui advokasi dan kemitraan yang menciptakan investasi berkelanjutan, pengembangan kelangsungan hidup anak-anak dan perlindungan.
A.Kelangsungan Hidup Anak dan Pembangunan
Untuk mendukung Tujuan Milenium yakni mengurangi angka kematian anak  dan pengendalian malaria, antara lain Unicef bekerja terhadap perawatan kesehatan anak yang komprehensif pada awal tahun, termasuk periode antenatal sebelum kelahiran.
Menjelang membantu anak-anak muda bertahan dan memiliki masa depan yang sehat produktif, U
nicef dan advokasi memberikan dukungan keuangan dan teknis untuk pendidikan nasional dan berbasis masyarakat dan program intervensi pada perawatan kesehatan dan gizi. Bidang prioritas termasuk imunisasi, mencegah dan mengendalikan malaria, pengendalian dan mengobati penyakit diare dan pernapasan, pemberantasan cacing guinea dan mencegah anemia.
     Program kesehatan idealnya mencakup perawatan antenatal ibu hamil, dan perawatan neonatal dalam empat minggu pertama setelah kelahiran, termasuk mempromosikan pemberian ASI. Unicef juga berbagi advokasi, mobilisasi sosial, dan riset dalam peran pendukung untuk membantu lembaga-lembaga lain menyediakan kebidanan darurat. Membangun di atas komitmen selama puluhan tahun terhadap kesehatan, Unicef menyediakan vaksin untuk 40 persen anak di negara berkembang, dan menyediakan dukungan teknis pada proses rumit . Jutaan terlindungi dari penyakit seperti campak, polio, difteri dan TBC dengan vaksin yang harganya rata-rata hanya 50 sen per anak. Program vaksinasi idealnya termasuk suplemen vitamin A dan zat gizi mikro yang meningkatkan kekebalan tubuh lebih lanjut dan membantu mencegah kekurangan gizi yang berhubungan dengan gangguan.
Seiring dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UNICEF mendukung program lokal yang meningkatkan akses terhadap air bersih dan sanitasi, yang pada gilirannya penting bagi inisiatif kesehatan, pengembangan dan pendidikan.
B. Pendidikan Dasar dan Kesetaraan Gender
Unicef bekerja sama dengan negara-negara donor dan badan PBB lainnya untuk mempromosikan, mendanai dan memfasilitasi kesetaraan pendidikan dasar universal dan gender. Ini termasuk meningkatkan kesiapan perkembangan anak-anak untuk sekolah, terutama untuk anak-anak dikeluarkan dan di antara kelompok yang kurang beruntung, melalui komunitas yang disponsori pendidikan anak dan inisiatif kesehatan.
Dalam semua tahap proses ini, melalui program-program advokasi dan lokal, Unicef bekerja untuk mengurangi kesenjangan gender dan kesenjangan lain dalam akses, partisipasi dan penyelesaian sekolah dasar. Ini juga termasuk air , sanitasi dan peningkatan kebersihan di sekolah-sekolah untuk menciptakan lingkungan ramah anak untuk belajar. Menggunakan demonstrasi praktis dan advokasi berbasis bukti, Unicef berupaya membantu pemerintah pusat dan daerah dan kelompok meningkatkan kualitas pendidikan dan retensi. Unicef  juga memberikan perlengkapan sekolah dan tenda dalam keadaan darurat sebagai bagian dari Kembali ke Sekolah programnya, membantu anak-anak kembali ke lingkungan yang lebih normal aman dan melindungi hak mereka untuk pendidikan dasar.
C. HIV / AIDS dan Anak
Krisis penyakit membawa kemiskinan dan kehancuran sosial bersama dengan kematian. Untuk mengatasi itu Unicef bekerja dengan negara-negara, organisasi nirlaba dan kelompok agama, organisasi pemuda dan mitra lain untuk mengatur sensitif gender pencegahan pendidikan, keterampilan dan kampanye layanan ditujukan terutama pada remaja. Unicef juga bekerja melalui advokasi dan penjangkauan masyarakat untuk membantu pemerintah, masyarakat dan anak-anak dukungan keluarga yatim karena HIV / AIDS.
Unicef juga mendukung program-program yang membantu mencegah ibu ke anak HIV / AIDS dan yang meningkatkan jumlah dan proporsi perempuan dan anak yang menerima obat antiretroviral.

D. Perlindungan Anak
Untuk mendukung Millenium Bagian Deklarasi KTT 6, Unicef melindungi lingkungan rentan kemajuan pelindung untuk membantu mencegah dan menangani kekerasan, penyalahgunaan eksploitasi, dan diskriminasi, dan untuk anak-anak yang rentan akibat keadaan darurat. Fokus penelitian termasuk meningkatkan kesadaran pemerintah hak perlindungan anak dan analisis situasi, serta mempromosikan undang-undang yang menghukum pelaku eksploitasi anak.
Bekerja melalui advokasi dan kantor lokal di seluruh dunia, Unicef membantu memperkuat sumber daya sekolah, masyarakat dan keluarga untuk merawat anak-anak terpinggirkan, termasuk yang yatim piatu karena HIV / AIDS.
Unicef di Indonesia
Dalam manjalin hubungan internasional antar setiap Negara, Unicef juga menjalin hubungan kerjama dengan Indonesia. Pada tahun 1950, Unicef resmi melakukan kerjasama dengan Indonesia. Unicef telah memutuskan menjadi mitra tetap Indonesia dalam upaya mentranformasi seluruh kehidupan anak-anak dan perempuan di seluruh Nusantara. Setelah itu , pada tahun 1960-an Unicef berkembang menjadi organisasi yang bergerak dalam pembangunan umumnya lebih kepada kepedulian terhadap kesejahteraan anak, bukan hanya bantuan darurat.
 Bagi Unicef operasi besarnya ialah program gizi di Indonesia yang mencapai 100 desa di delapan provinsi (1959). Indonesia yang rejoined untuk PBB, pada November 1966 setelah keluar dari PBB (1965), oleh menteri Luar Negeri Adam Malik , menandatangani “surat perjanjian baru mengenai penangan anak di Indonesia”, antara Unicef dan Indonesia. Pada  Oktober 1953, setelah Indonesia resmi bergabung dengan Unicef.
 Majelis menentukan dan memutuskan bahwa organisasi ini harus terus berkembang dan meneruskan tugasnya sebagai lengan permanen dari PBB,dan dituntut untuk menekankan program-program jangka panjang yang member manfaat kepada anak-anak di mana-mana, terkhusus pada anak-anak di Negara berkembang yang benar membutuhkan . ketika diadopsi pada misi yang menyatakan Unicef dipandu oleh “konvensi hak-hak anak” dan berusaha menekankan dan menetapkan hak anak-anak sebagai sumber prinsip-prinsip etis dan kekal standar internasional prilaku terhadap anak-anak .
Selama periode 1951-1960, Unicef terus memenuhi kebutuhan darurat , yaitu melindungi kesehatan anak-anak. Unicef melakukan beberapa kampanye untuk melakukan program melawan tuberkolosis, kusta, dan malaria. Dengan ketentuan yang dibuat oleh Unicef ,sanitasi lingkungan yang mendorong pendidikan kesehatan anak. Dengan bantuan dana sebesar $152.000.000, Unicef mengadopsi sebuah konsep allying yaitu bantuan anak-anak untuk pembangunan bangsa.Secara terprogram Unicef terus membantu anak-anak dan wanita . juga membantu para Guru untuk reformasi pendidikan dan kurikulum.
 Dalam hal ini ,organisasi ini telah berhasil dalam melaksanakan misi yang telah di berikan kepada Negara-negara berkembang. Begitu halnya di Indonesia, awal fokusnya dari kerjasama dalam membantu anak-anak . sebelum kerjasama diperluas dan diversifikasi, Unicef lebih focus terhadap beberapa daerah lainnya yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Dalam hal inilah terlihat hubungan kerjasama antara Indonesia dan Unicef dalam kepedulian terhadap anak-anak. Dalam hal ini juga Unicef berusaha untuk memperbaiki kualitas kehidupan anak-anak dinegara berkembang ,dan upaya koordinasi dengan pemerintah yang bersangkutan.
   Secara data statistic Unicef dari 25 tahun sejarah mengungkapkan hanya dari segi kontruktif yang dicapai, tetapi Unicef memberikan beberapa indikasi dengan jangkauan antara lain 73.000.000 anak untuk diperiksa dan 43.000.000 anak dirawat , 425.000.000 anak untuk diperiksa framboesia 23.000.000 dirawat ; 400.000.000 divaksinasi terhadap TBC ; jutaan dari malaria dan 415.000 sembuh dari penyakit kusta. Selain itu Unicef juga membangun 13.000 pusat kesehatan ibu di pedesaan dan beberapa ribu lembaga perlindungan anak di 85 negara termasuk Indonesia.
 Untuk indonesia salah satunya Unicef memberikan bantuan tenda-tenda sekolah gratis kedaerah Hiliduho yang terletak di perbukitan yang terletak sangat terpencil,yang mempunyai luas sekitar 221,65 km2. Didaerah ini juga terdapat perubahan struktur permukaan tanah yang diakibatkan oleh gempa. Akan tetapi untuk di indonesia UNICEF telah memperlihatkan bentuk kepedulianya terhadap anak dan wanita korban bencana alam yang terjadi di Indonesia.