1. Pengertian Budaya Organisasi.
Menurut para ahli :
A. Wood, Wallace, Zeffane, Schemerhom, Hunt, Osborn, budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku anggota organisasi itu sendiri.
B. Robbins, budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh organsasi itu.
C. Schein, budaya organisasi adalah pola dasar yang diterima oleh organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah dan membentuk karyawan yang dapat beradaptasi dan mempersatukan anggota organisasi.
D. Cushway dan Lodge, budaya organisasi merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para karyawan berperilaku.
Jadi secara umum Budaya Organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota dari organisasi lainnya, Yang dimaksud system makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.
2. Fungsi Budaya Organisasi.
Berikut ini fungsi budaya organisasi menurut Robbins:
a. Menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dengan yang lain.
b. Identitas bagi anggota organisasi.
c. Timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan individu.
d. Perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi dalam memberikan standar yang tepat untuk dilakukan anggotanya.
e. Mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membantu sikap serta perilaku anggotanya.
Tipologi Budaya Organisasi
Tipologi merupakan suatu pengelompokan bahasa berdasarkan ciri khas tata kata dan kalimat. (Mallinson dan Blake)
1. Tujuan tipologi budaya organisasi:
- Untuk menunjukkan aneka budaya organisasi yang mungkin ada di realita.
- Tipologi budaya organisasi dapat diturunkan dari tipologi organisasi.
Misalnya dengan membagi tipe organisasi dengan membuat tabulasi silang antara jenis kekuasaan dengan jenis keterlibatan individu dalam organisasi. Jenis kekuasaan dan keterlibatan individu dalam organisasi dalam meliputi:
a. Organisasi Koersif
b. Organisasi Remuneratif
c. Organisasi normative
Terdapat beberapa tipologi budaya organisasi. Menurut Kotter dan Hesket, ada 3 jenis budaya organisasi yaitu :
1. Budaya kuat dan lemah.
2. Budaya yang memiliki kecocokan strategik.
3. Budaya adaptif.
Kreatifitas Individu Dan Team Proses Inovasi
Kreatifitas merupakan pikiran untuk menciptakan sesuatu yang baru. Inovasi adalah melakukan sesuatu yang baru. Keduanya jelas saling berhubungan. Inovasi dianalogikan sebagai aplikasi praktis dari kreatifitas. Dengan kata lain, kreatifitas bisa merupakan variabel bebas. Sedangkan inovasi variabel tidak bebas.
Senin, 25 Mei 2015
Kesimpulan Materi Komunikasi
Komunikasi adalah sebuah interaksi atau penyampaian pesan (berupa informasi atau berita) dari seseorang kepada orang lain. Terdapat 5 unsur dalam komunikasi, yaitu :
1 - Adanya pengirim berita/informasi.
2 - Adanya penerima berita/informasi.
3 - Ada berita/informasi yang disampaikan.
4 - Ada media atau alat pengirim berita/informasi.
5 - Ada sistem simbol yang digunakan untuk menyatakan berita/informasi (berupa gerakan, tulisan, dan kata-kata)
Syarat penting agar komunikasi dapat dilakukan adalah adanya dua orang atau lebih sebagai pelaku komunikasi. orang pertrama sebagai pengirim berita dan orang kedua ataupun ketiga dan seterusnya merupakan pendengar berita.
Jenis Komunikasi
1 - Komunikasi searah : Komunikasi yang datang hanya dari satu pihak saja contohnya reporter
2 - Komunikasi dua arah : Penerima dapat berubah fungsi menjadi pengirim berita, sedangkan pengirim dapat menjadi penerima berita contohnya saat mengobrol bersama teman
Struktur Komunikasi
1 - Jenis Bintang : satu orang yang menjadi pusat komunikasi dan setiap individu yang ingin berhubungan dengan individu lainnya harus melalui pusat itu terlebih dahulu, contohnya pada saat rapat formal
2 - Jenis Hubungan Langsung : setiap individu dapat berbicara langsung dengan individu lainnya pada setiap saat yang ia kehendaki sendiri, conthnya pada saat reuni
Komunikasi Efektif dan Implikasi Manajerial
Komunikasi dapat dikatakan efektif apabila pesan dapat diterima sesuai dengan maksud pengirimnya, tidak ada hambatan untuk menindaklanjuti pesan yang dikirim. Sedangkan implikasi manajerial ialah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efesiensi, dan efektivitas melalui sumber daya yang ada.
1 - Adanya pengirim berita/informasi.
2 - Adanya penerima berita/informasi.
3 - Ada berita/informasi yang disampaikan.
4 - Ada media atau alat pengirim berita/informasi.
5 - Ada sistem simbol yang digunakan untuk menyatakan berita/informasi (berupa gerakan, tulisan, dan kata-kata)
Syarat penting agar komunikasi dapat dilakukan adalah adanya dua orang atau lebih sebagai pelaku komunikasi. orang pertrama sebagai pengirim berita dan orang kedua ataupun ketiga dan seterusnya merupakan pendengar berita.
Jenis Komunikasi
1 - Komunikasi searah : Komunikasi yang datang hanya dari satu pihak saja contohnya reporter
2 - Komunikasi dua arah : Penerima dapat berubah fungsi menjadi pengirim berita, sedangkan pengirim dapat menjadi penerima berita contohnya saat mengobrol bersama teman
Struktur Komunikasi
1 - Jenis Bintang : satu orang yang menjadi pusat komunikasi dan setiap individu yang ingin berhubungan dengan individu lainnya harus melalui pusat itu terlebih dahulu, contohnya pada saat rapat formal
2 - Jenis Hubungan Langsung : setiap individu dapat berbicara langsung dengan individu lainnya pada setiap saat yang ia kehendaki sendiri, conthnya pada saat reuni
Komunikasi Efektif dan Implikasi Manajerial
Komunikasi dapat dikatakan efektif apabila pesan dapat diterima sesuai dengan maksud pengirimnya, tidak ada hambatan untuk menindaklanjuti pesan yang dikirim. Sedangkan implikasi manajerial ialah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efesiensi, dan efektivitas melalui sumber daya yang ada.
Kesimpulan Materi Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi
Pengambilan keputusan adalah tindakan pemilihan alternatif. Hal ini berkaian dengan fungsi manajemen. Menurut Herbert A. Simon, ahli teori kepufusan dan organisasi mengonseptualisasikan tiga tahap utama dalam proses, pengambilan keputusan:
1. Aktivitas inteligens (penelusuran kondisi lingkungan yang memerlukan pengambilan keputusan)
2. Aktivitas desain (tindakan penemuan, pengembangan, dan analisis masalah)
3. Aktivitas memilih
Jenis-Jenis Pegambilan Keputusan
1. Gaya Direktif : berorientasi pada tindakan, cenderung mempunyai fokus jangka pendek, suka menggunakan kekuasaan, ingin mengontrol, dan menampilkan gaya kepemimpinan otokratis.
2. Gaya Analitik : Jenis ini suka menganalisis situasi; pada kenyataannya, mereka cenderung terlalu menganalisis sesuatu
3. Gaya Konseptual : Pembuat keputusan ini membahas sesuatu dengan orang sebanyak mungkin untuk mendapat sejumlah informasi dan kemudian mengandalkan intuisi dalam mengambil keputusan
4. Gaya Perilaku : Pembuat keputusan cenderung bekerja dengan baik dengan orang lain dan menyukai situasi keterbukaan dalam pertukaran pendapat. Mereka cenderung menerima saran, sportif dan bersahabat, dan menyukai informasi verbal daripada tulisan. Mereka cenderung menghindari konflik dan sepenuhnya peduli dengan kebahagiaan orang lain
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
1. Posisi/ kedudukan
2. Masalah
3. Situasi
4. Kondisi
5. Tujuan
Implikasi Manajerial
Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless). Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang kompetitif.Implikasi yang dirasakan oleh para pihak manajer adalah bagaimana mereka bisa mengembangkan produk yang diproduksi di negara lain,dengan baik dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada negara tersebut
1. Aktivitas inteligens (penelusuran kondisi lingkungan yang memerlukan pengambilan keputusan)
2. Aktivitas desain (tindakan penemuan, pengembangan, dan analisis masalah)
3. Aktivitas memilih
Jenis-Jenis Pegambilan Keputusan
1. Gaya Direktif : berorientasi pada tindakan, cenderung mempunyai fokus jangka pendek, suka menggunakan kekuasaan, ingin mengontrol, dan menampilkan gaya kepemimpinan otokratis.
2. Gaya Analitik : Jenis ini suka menganalisis situasi; pada kenyataannya, mereka cenderung terlalu menganalisis sesuatu
3. Gaya Konseptual : Pembuat keputusan ini membahas sesuatu dengan orang sebanyak mungkin untuk mendapat sejumlah informasi dan kemudian mengandalkan intuisi dalam mengambil keputusan
4. Gaya Perilaku : Pembuat keputusan cenderung bekerja dengan baik dengan orang lain dan menyukai situasi keterbukaan dalam pertukaran pendapat. Mereka cenderung menerima saran, sportif dan bersahabat, dan menyukai informasi verbal daripada tulisan. Mereka cenderung menghindari konflik dan sepenuhnya peduli dengan kebahagiaan orang lain
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
1. Posisi/ kedudukan
2. Masalah
3. Situasi
4. Kondisi
5. Tujuan
Implikasi Manajerial
Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless). Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang kompetitif.Implikasi yang dirasakan oleh para pihak manajer adalah bagaimana mereka bisa mengembangkan produk yang diproduksi di negara lain,dengan baik dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada negara tersebut
Minggu, 24 Mei 2015
Kesimpulan Materi Desain dan Struktur Oganisasi
Struktur organisasi adalah sebuah susunan atau pola dimana pekerjaan itu dibagi-bagi atau dikelompokan secara formal. Berikut ini adalah tiga dimensi struktur organisasi:
1. Kompleks
Mempertimbangkan tingkatan diferensiasi yang ada dalam organisasi termasuk didalamnya tingkat spesialisasi atau tingkat pembagian kerja, jumlah tingkatan didalam hirarki organisasi serta tingkat sejauh mana unit-unit organisasi tersebar secara geografis.
2. Formalisasi
Yaitu sejauh mana organisasi menyandarkan dirinya pada oeraturan dan prosedur untuk mengatur perilaku dari pada pegawainya.
3. Sentralisasi
Dimana sebuah tingkatan pengambilan keputusan dikonsentrasikan hanya pada satu titik tunggal didalam organisasi.
Departementalisasi
Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi adalah fungsi, produk atau jasa, wilayah, langganan, proses atau peralatan, waktu, pelayanan, alpa – numeral, proyek atau matriks,dll
1. Departmentalisasi Fungsional : mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi
2. Departementalisasi Divisional : Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan.
Model Desain Organisasi
1. Model Mekanistis : 1. sebuah struktur yang dicirikan oleh departementalisasi yang luas, formalisasi yang tinggi, jaringan informasi yang terbatas, dan sentralisasi.
2. Model Organik : 1. sebuah struktur yang rata, menggunakan tim lintas hierarki dan lintas fungsi, memiliki formalisasi yang rendah, memiliki jaringan informasi yang komprehensif, dan mengandalkan pengambilan keputusan secara partisipatif.
Faktor Penentu Struktur Organisasi : strategi, ukuran organisasi, teknologi, dan lingkungan
Implikasi Manajerial Desain dan Struktur Organisasi
Implikasi manajerial desain dan struktur organisasisangatlah penting dalam pengorganisasian karena dapat menghasilkan struktur atau susunan yang berkualitas didalam suatu organisasi.
1. Kompleks
Mempertimbangkan tingkatan diferensiasi yang ada dalam organisasi termasuk didalamnya tingkat spesialisasi atau tingkat pembagian kerja, jumlah tingkatan didalam hirarki organisasi serta tingkat sejauh mana unit-unit organisasi tersebar secara geografis.
2. Formalisasi
Yaitu sejauh mana organisasi menyandarkan dirinya pada oeraturan dan prosedur untuk mengatur perilaku dari pada pegawainya.
3. Sentralisasi
Dimana sebuah tingkatan pengambilan keputusan dikonsentrasikan hanya pada satu titik tunggal didalam organisasi.
Departementalisasi
Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi adalah fungsi, produk atau jasa, wilayah, langganan, proses atau peralatan, waktu, pelayanan, alpa – numeral, proyek atau matriks,dll
1. Departmentalisasi Fungsional : mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi
2. Departementalisasi Divisional : Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan.
Model Desain Organisasi
1. Model Mekanistis : 1. sebuah struktur yang dicirikan oleh departementalisasi yang luas, formalisasi yang tinggi, jaringan informasi yang terbatas, dan sentralisasi.
2. Model Organik : 1. sebuah struktur yang rata, menggunakan tim lintas hierarki dan lintas fungsi, memiliki formalisasi yang rendah, memiliki jaringan informasi yang komprehensif, dan mengandalkan pengambilan keputusan secara partisipatif.
Faktor Penentu Struktur Organisasi : strategi, ukuran organisasi, teknologi, dan lingkungan
Implikasi Manajerial Desain dan Struktur Organisasi
Implikasi manajerial desain dan struktur organisasisangatlah penting dalam pengorganisasian karena dapat menghasilkan struktur atau susunan yang berkualitas didalam suatu organisasi.
Kesimpulan Materi Perubahan dan Pengembangan Organisasi
Perubahan organisasi adalah suatu variasi dari cara-cara yang telah mapan,yang selama ini berlangsung dalam organisasi dan dipergunakan serta ditaati oleh anggota organisasi dalam melakukan aktivitasnya dan berbeda dari apa yang selama ini ada dan telah berlaku dalam organisasi.
Faktor perubahan organisasi adalah :
1. Faktor Internal: Yaitu keseluruhan faktor yang ada didalam organisasi dimana faktor tersebut dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Contohnya: perubahan tujuan
2. Faktor Eksternal : Yaitu penyebab perubahan yang berasal dari luar (atau sering disebut lingkungan) yang dapat mempengaruhi organisasi. Contohnya : politik
Pengertian Pengembangan
Pengembangan organisasi merupakan proses terencana untuk mengembangkan kemampuan
organisasi dalam kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah, sehingga dapat
mencapai kinerja yang optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi. Salah satu tujuannya adalah meningkatkan tingkat kepercayaan dan dukungan di antara anggota.
Perencanaan Strategi dan Pengembangan Organisasi
1. Perumusan organisasi: pengembangan planing jangka panjang, dari menejemen yang efektif kesempatan dan ancaman yang disinergiskan dengan kondisi internal.
2. Misi: misi Organisasi adalah tujuan atau alasan mengapa organisasi ada dan mempertegas keberadaan organisasi. Konsep misi yang disusun dengan sistemik dan general itu akan menjadikan ciri khas organisasi dengan organisasi yang lain, dan berperan terhadap uniknya nilai produk organisasi yang ditawarkan.
3. Tujuan: merupakan hasil akhir aktivitas perencanaan, dengan merumuskan apa dan kapan yang akan diselasaikan dengan mengukur sasaran.4. Strategi: strategi merupakan konsep perencanaan komprehensif tentang bagaimana organisasi dapat mencapai misi dan tujuan.
5. Kebijakan: yaitu pedoman luas yang menghubungkan strategi dan implementasi.
6. Implementasi strategi: Proses dimana manajemen mewujudkan strategi dan kebijakan dalam tindakan melalui pengembangan program, anggaran dan prosedur.
7. Program: Pernyataan aktivitas-aktivitas yang diperlukan untuk menyelesaikan perencanaan sekali pakai.
Faktor perubahan organisasi adalah :
1. Faktor Internal: Yaitu keseluruhan faktor yang ada didalam organisasi dimana faktor tersebut dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Contohnya: perubahan tujuan
2. Faktor Eksternal : Yaitu penyebab perubahan yang berasal dari luar (atau sering disebut lingkungan) yang dapat mempengaruhi organisasi. Contohnya : politik
Pengertian Pengembangan
Pengembangan organisasi merupakan proses terencana untuk mengembangkan kemampuan
organisasi dalam kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah, sehingga dapat
mencapai kinerja yang optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi. Salah satu tujuannya adalah meningkatkan tingkat kepercayaan dan dukungan di antara anggota.
Perencanaan Strategi dan Pengembangan Organisasi
1. Perumusan organisasi: pengembangan planing jangka panjang, dari menejemen yang efektif kesempatan dan ancaman yang disinergiskan dengan kondisi internal.
2. Misi: misi Organisasi adalah tujuan atau alasan mengapa organisasi ada dan mempertegas keberadaan organisasi. Konsep misi yang disusun dengan sistemik dan general itu akan menjadikan ciri khas organisasi dengan organisasi yang lain, dan berperan terhadap uniknya nilai produk organisasi yang ditawarkan.
3. Tujuan: merupakan hasil akhir aktivitas perencanaan, dengan merumuskan apa dan kapan yang akan diselasaikan dengan mengukur sasaran.4. Strategi: strategi merupakan konsep perencanaan komprehensif tentang bagaimana organisasi dapat mencapai misi dan tujuan.
5. Kebijakan: yaitu pedoman luas yang menghubungkan strategi dan implementasi.
6. Implementasi strategi: Proses dimana manajemen mewujudkan strategi dan kebijakan dalam tindakan melalui pengembangan program, anggaran dan prosedur.
7. Program: Pernyataan aktivitas-aktivitas yang diperlukan untuk menyelesaikan perencanaan sekali pakai.
Rabu, 01 April 2015
contoh kasus pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan dibutuhkan ketika
kita memiliki masalah yang harus diselesaikan dengan memuaskan. Situasi masalah
tersebut yang menjadi masukan pertama dalam sistem pembuatan keputusan.
Pembuatan keputusan dengan pengetahuan, pengalaman, dan data yang diperoleh
atau dikumpulkan berkaitan dengan masalah. Pengambilan keputusan adalah tindakan pemilihan alternatif. Hal ini
berkaian dengan fungsi manajemen.
1.
Keputusan terprogram/keputusan terstruktur yaitu keputusan
yang berulang- ulang dan rutin, sehingga dapat diprogram. Keputusan terstruktur
terjadi dan dilakukan terutama pada manjemen tingkat bawah.
Contoh : Manajer produksi
dari PT. XYZ selalu melakukan kegiatan rutin disetiap awal bulan, yaitu dengan
melakukan pembelian bahan baku untuk persediaan.
2.
Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur yaitu keputusan
yang sebagian dapat diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian
tidak terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan
perhitungan - perhitungan serta analisis yg terperinci.
Contoh : Pak Darwin
adalah seorang Menejer Keuangan pada PT. Arta. Pekerjaan pada devisi keuangan
mengharuskan Pak Darwin harus cermat dalam menginvestasikan serta mengolah
keuangan pada PT. Arta. Pada saat itu diharuskan penggantian mesin di pabrik
dan harus menghitungan dengan cermat sebelum melakukan investasi pada mesin
yang akan dibeli agar investasi yang dilakukan tidak merugikan
perusahaan. Maka Pak Darwin harus melakukan keputusan untuk
menginvestasikan keuangan perushaan secara cermat.
3. Keputusan tidak
terprogram/ tidak terstruktur yaitu keputusan yang tidak terjadi
berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen
tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tidak
mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari
lingkungan luar.
Contoh : Pak Andre adalah
seorang Presiden Direktur PT. Angkasa. Ia harus selalu bisa mengambil keputusan
dengan cepat demi kelangsungan perusahaannya. Pengambilan keputusan yang dia
ambil berdasarkan informasi pasar yang harus selalu ia dengan dan ketahui.
Contohnya adalah harga saham yang selalu berubah. Dia harus bisa menyesuaikan
keuangan perusahaan agar harga saham perusahaan pada bursa efek bisa selalu
stabil. -The A Team
contoh kasus team work
Team work bisa diartikan kerja tim atau kerjasama, team work atau kerja
sama tim merupakan bentuk kerja kelompok dengan keterampilan yang saling
melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai target yang sudah disepakati
sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien. Harus
disadari bahwa teamwork merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi satu
pribadi untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan tersebut bukanlah tujuan pribadi,
bukan tujuan ketua tim, bukan pula tujuan dari pribadi yang paling populer di
tim. Contoh beberapa teamwork di kehidupan sehari - hari
1.
Teamwork Dalam Bidang Olahraga
Tidak dipungkiri bahwa hampir semua olahraga yang
beranggotakan atau berjumlah lebih dari 1 orang pasti memiliki semangat teamwork.
Dalam kasus ini saya akan mencoba membahas Teamwork dalam
olahraga yang sanagat popuer di negeri paman Sam, yaitu American Football. Olahraga
yang dimainkan dua tim yang masing-masing terdiri dari 11 pemain. Permainan
menggunakan bola yang disebut football (bola kaki), yang berbentuk oval dan
berwarna coklat. Kedua ujung lapangan disebut bidang endzone yang merupakan
daerah gawang lawan. Tim yang menyerang mendapat 1 set kesempatan yang terdiri
dari 4 kali down untuk membawa bola sejauh 10 yard ke bidang endzone lawan. Bola
dibawa dengan tangan sambil berlari atau dilemparkan kepada rekan satu tim,
sampai gerak maju tim yang menyerang berhasil dihentikan tim bertahan. Skor
dicetak dengan cara membawa atau meletakkan bola di luar garis gawang pada sisi
endzone lawan, atau menendang bola hingga melewati gawang lawan. Tim pencetak
skor terbanyak setelah selesainya 4 babak permainan dinyatakan sebagai
pemenang. Pertandingan bisa berakhir seri bila tidak ada pemenang setelah
diadakan perpanjangan waktu. Waktu bermain dihitung secara teliti detik demi
detik, dan peraturan bermain diawasi secara ketat karena melibatkan benturan
fisik antar pemain.
Kenapa American Football?, olahraga ini syarat akan kemampuan fisik yang
kuat dan Strategi. Salah satu ciri khas sepak bola Amerika adalah terhentinya
permainan setelah down berakhir, sehingga masing-masing tim bisa
menggunakan strategi baru untuk play yang segera akan dimainkan. Setiap
tim memiliki buku pedoman berisi belasan hingga ratusan strategi yang bisa
dimainkan. Tim sepak bola Amerika menghabiskan banyak waktu untuk menyiapkan
strategi sebelum bisa turun bertanding. Anggota tim dan pelatih perlu waktu
hingga berhari-hari untuk menyusun strategi, termasuk mempelajari video rekaman
pertandingan. Waktu yang lama untuk menyusun strategi ditambah kerja fisik yang
berat selama pertandingan menyebabkan tim sepak bola Amerika biasanya hanya
bisa bertanding sekali seminggu. Jelas itu semua membutuhkan teamwork yang
sangat hebat karena masing-masing pemain dalam American Football mempunyai
posisi nya tersendiri. berikut adalah penjelasan dalam posisi pemain di American
Football :
Sebagian
besar pemain sepak bola Amerika memiliki peran yang sangat terspesialisasi.
- Pihak penyerang
- Barisan penyerang yang disebut offensive line (OL) terdiri dari 5 pemain yang bertugas melindungi pelempar bola, dan membuka jalan bagi rekan sesama tim yang berlari sambil membawa bola dengan menghalangi anggota tim bertahan. Selain pemain yang bertugas sebagai center, anggota barisan penyerang biasanya tidak bertugas membawa lari bola.
- Pemain quarterback (QB) adalah seorang pemain yang menerima operan snap ketika play (pergerakan bola) dimulai. Pemain quarterback bisa memilih untuk menyerahkan bola kepada pemain running back (RB), melemparkannya ke pemain lain, atau sendirian membawa lari bola.
- Barisan pemain running back (RB) berjajar di belakang atau di samping pemain quarterback dengan tugas khusus membawa lari bola. Selain itu, pemain RB juga bertugas memblok dan menangkap lemparan bola, dan kadang-kadang menyerahkan bola ke rekan sesama pemain RB. Bila tim memiliki 2 pemain RB, seorang pemain bertindak sebagai halfback (HB), dan seorang lagi bertindak sebagai tailback (TB) yang kemungkinan besar bertugas lari membawa bola sambil dilindungi pemain yang bertugas sebagai fullback (FB).
- Pemain wide receiver (WR) yang berdiri di sisi kiri-kanan garis dan bertugas menangkap lemparan ke depan.
- Barisan pemain tight end (TE) yang berjajar di luar barisan penyerang, dan bisa menangkap lemparan ke depan (seperti pemain wide receiver) atau melindungi pemain quarterback sekaligus membuka ruang bagi pemain yang lari membawa bola.
Di setiap awal pergerakan bola (play), sekurang-kurangnya harus ada 7
pemain yang berdiri di garis imajiner posisi awal bola (line of scrimmage).
Pemain lain bisa berdiri di mana saja di belakang garis imajiner tersebut.
Jumlah pemain yang bertugas sebagai running back, wide receiver,
dan tight end bisa bervariasi bergantung pada keputusan tim tersebut
yang melakukan play. Tim yang cuma perlu memajukan bola 1 yard mungkin
akan menggunakan 3 pemain tight end, 2 pemain running back, dan
tidak membutuhkan pemain wide receiver karena tidak perlu melempar jauh
ke depan. Sebaliknya, tim yang perlu membawa bola sejauh 20 yard mungkin
mengganti semua pemain running back dan pemain tight end dengan
pemain wide receiver saja.
- Pihak bertahan
- Barisan pertahanan (defensive line) terdiri dari 3 sampai 6 pemain yang berjajar berhadapan dengan barisan penyerang lawan. Pemain dari barisan pertahanan berusaha menekel pemain running back yang membawa bola agar bola tidak berhasil dibawa lebih jauh, atau menekel pemain quarterback agar tidak bisa melempar atau mengoper bola.
- Dalam sebagian besar situasi permainan, tim bertahan setidak-tidaknya menugaskan 3 pemain sebagai pemain bek bertahan (disebut defensive back) atau sering juga disebut safeties (cornerback). Tugasnya menghalang-halangi pemain lawan yang menerima lemparan bola, dan berusaha agar lemparan tidak berhasil ditangkap atau menjadikan lemparan dinyatakan tidak komplit oleh wasit. Pemain bek bertahan sering juga bertugas menerjang pemain quarterback.
- Pemain linebacker menempati posisi antara defensive line (barisan pertahanan) dan pemain bek bertahan, tugasnya menerjang pemain quarterback atau menghalang-halangi pemain lawan yang mungkin akan diberi lemparan.
- Unit khusus
- Masing-masing tim memiliki unit khusus yang beranggotakan pemain yang hanya bertugas menendang bola. Pemain unit khusus masih dikelompokkan menjadi pemain punter yang tugasnya melakukan tendangan punt dan pemain placekicker (kicker) yang bertugas melakukan tendangan sewaktu melakukan kick off, field goal, atau tendangan konversi setelah touchdown.
Dari sedikit penjelasan diatas kita tahu bahwa olahraga ini tidak akan berjalan
sesuai rencana dengan tidak adanya kerjasama tim. setiap pemain mempunyai
perannya masing-masing, dari perbedaan peran itulah mereka saling melengkapi
untuk mencapai suatu tujuan yang telah direncanakan sebelumnya. Berbicara
American Football penulis memilki posisi favorite sendiri, yaitu Quarterback.
Kenapa? karena QB adalah otak dari awal mula serangan yag akan dilakukan oleh
tim. QB mempunyai kendali penuh ketika tim dalam keadaan posisi terdesak maupun
menguntungkan, dia harus dapat menentukan strategi dengan cepat jika rencana
awal sudah tidak sesuai dengan rencana. satu hal lagi, QB adalah seorang yang
elegan menurut sang penulis haha.
Daftar
Pustaka :
https://andrazain.wordpress.com/2014/03/20/teamwork/
Langganan:
Postingan (Atom)
