Tragedi Chernobyl adalah bencana nuklir terburuk dalam
sejarah peradaban umat manusia. Petaka yang menghantui Ukraina ini terjadi pada
26 April 1986, yakni satu dari empat reaktor nuklir di pembangkit listrik
chernobyl, di utara Ukraina meledak. chernobyl adalah sebuah kota tak
berpenghuni di ukraina utara, tepatnya di oblast kiev dekat dengan perbatasan
belarusia.
Kota ini ditinggalkan penghuninya tahun 1986 setelah bencana
ledakan pembangkit listrik tenaga nuklir yang terkenal sebagai bencana
chernobyl yang terletak 14,5 km utara-barat laut. Pembangkit tersebut dinamakan
sesuai dengan nama kotanya, dan terletak di chernobyl raion (distrik), tetapi
bukan merupakan tempat tinggal bagi pekerjanya. Pada saat pembangunan
pembangkit tersebut, sebuah kota kembar, prypiat dibangun didekatnya untuk para
pekerjanya.
Radiasi yang dilepaskan ledakan itu 100 kali lebih besar
dari bom atom yang dijatuhkan di Hirosima dan Nagasaki. Daerah separuh luas
Italia terkontiminasi dan radiasinya menyebar di sebagian besar wilayah bekas
Uni Soviet dan sebagian Eropa bagian Utara.
Tanggal 26 april 1986, pukul 01.23 terjadi ledakan pada unit
4 pltn chernobyl. Peristiwa ini menggemparkan dunia karena mengingatkan kembali
pada ledakan bom atom di hiroshima dan nagasaki, jepang, saat berkecamuk perang
dunia II yang menewaskan sekitar 220.000 orang.trauma hiroshima dan nagasaki
belum hilang dari ingatan orang, muncul kembali peristiwa chernobyl yang
termasuk kecelakaan terbesar pada PLTN selama kurang lebih 60 tahun. Berbagai
media cetak dan elektronik sejagat memberitakan tragedi itu secara beragam baik
yang bersifat normatif, emosional, ataupun bombastis.
Reaktor chernobyl jenis rbmk didirikan di atas tanah rawa di
sebelah utara ukraina, sekitar 80 mil sebelah utara kiev. Reaktor unit 1 mulai
beroperasi pada 1977, unit 2 pada 1978, unit 3 pada 1981, dan unit 4 pada 1983.
Sebuah kota kecil, pripyat, dibangun dekat pltn chernobyl untuk tempat tinggal
pekerja pembangkit itu dan keluarganya.
Tipe PLTN chernobyl dirancang untuk menghasilkan “plutonium”
guna pembuatan senjata nuklir serta listrik. Tipe pltn berfungsi ganda seperti
ini tidak ada di negara-negara barat, seperti, as dan prancis, yang merupakan
negara pioner pltn di samping uni soviet (pada waktu itu) sebagai pioner
pertama.
Secara garis besar, bencana chernobyl dapat dijelaskan
sebagai berikut. Pada 25 april 1986 reaktor unit 4 direncanakan dipadamkan
untuk perawatan rutin. Selama pemadaman berlangsung, teknisi akan melakukan tes
untuk menentukan apakah pada kasus reaktor kehilangan daya turbin dapat
menghasilkan energi yang cukup untuk membuat sistem pendingin tetap bekerja
sampai generator kembali beroperasi.
Proses pemadaman dan tes dimulai pukul 01.00 pada 25 april.
Untuk mendapatkan hasil akurat, operator memilih mematikan beberapa sistem
keselamatan, yang kemudian pilihan ini yang membawa malapetaka. Pada
pertengahan tes, pemadaman harus ditunda selama sembilan jam akibat peningkatan
permintaan daya di kiev. Proses pemadaman dan tes dilanjutkan kembali pada
pukul 23.10 25 april. Pada pukul 01.00, 26 april, daya reaktor menurun tajam,
menyebabkan reaktor berada pada situasi yang membahayakan operator. berusaha
mengompensasi rendahnya daya, tetapi reaktor menjadi tak terkendali. Jika
sistem keselamatan tetap aktif, operator dapat menangani masalah, namun mereka
tidak dapat melakukannya dan akhirnya reaktor meledak pada pukul 01.30.
Kecelakaan PLTN chernobyl masuk level ke-7 (level paling
atas) yang disebut major accident, sesuai dengan kriteria yang ditentukan ines
(the international nuclear event scale). Di samping kesalahan operator yang
mengoperasikannya di luar sop (standard operation procedure), pltn chernobyl
juga tidak memenuhi standar desain sebagaimana yang ditentukan oleh iaea
(international atomic energy agency). Pltn chernobyl tidak mempunyai kungkungan
reaktor sebagai salah satu persyaratan untuk menjamin keselamatan jika terjadi
kebocoran radiasi dari reaktor. Apabila pltn chernobyl memiliki kungkungan maka
walaupun terjadi ledakan kemungkinan radiasi tidak akan keluar ke mana-mana,
tetapi terlindung oleh kungkungan. Atau bila terjadi kebocoran tidak separah
dibandingkan dengan tidak memiliki kungkungan.
Secara perinci, kecelakaan itu disebabkan: pertama, desain
reaktor, yakni tidak stabil pada daya rendah – daya reaktor bisa naik cepat
tanpa dapat dikendalikan. Tidak mempunyai kungkungan reaktor (containment).
Akibatnya, setiap kebocoran radiasi dari reaktor langsung ke udara. Kedua,
pelanggaran prosedur. Ketika pekerjaan tes dilakukan hanya delapan batang
kendali reaktor yang dipakai, yang semestinya minimal 30, agar reaktor tetap
terkontrol. Sistem pendingin darurat reaktor dimatikan. Tes dilakukan tanpa
memberitahukan kepada petugas yang bertanggung jawab terhadap operasi reaktor.
Ketiga, budaya keselamatan. Pengusaha instalasi tidak memiliki budaya
keselamatan, tidak mampu memperbaiki kelemahan desain yang sudah diketahui
sebelum kecelakaan terjadi.
Penilaian atas berbagai kelemahan PLTN chernobyl
menghasilkan evaluasi internasional bahwa jenis kecelakaan seperti ini tidak
akan mungkin terjadi pada jenis reaktor komersial lainnya. Evaluasi ini
ditetapkan demikian karena mungkin berdasarkan analisis jenis reaktor lain yang
memenuhi persyaratan keselamatan yang tinggi, termasuk budaya keselamatan yang
dimiliki para operator sangat tinggi.
pada 2003, IAEA membentuk “forum chernobyl” bekerja sama
dengan organisasi pbb lainnya, seperti WHO, UNDP, ENEP, UN-OCHA, UN-SCEAR, bank
dunia dan ketiga pemerintahan Belarusia, Ukraina, dan Rusia. Forum ini bekerja
untuk menjawab pertanyaan, “sejauh mana dampak kecelakaan ini terhadap
kesehatan, lingkungan hidup dan sosial ekonomi kawasan beserta penduduknya.”
laporan ini diberi nama “cherno- byl legacy".
Diperkirakan semula dampak fisik akan begitu dahsyat.
Artinya, akan menimbulkan korban jiwa yang luar biasa banyaknya. Namun, ternyata
data sampai dengan 2006, jumlah korban yang meninggal 56 orang, di mana 28
orang (para likuidator terdiri dari staf pltn, tenaga konstruksi, dan pemadam
kebakaran) meninggal pada 3 bulan pertama setelah kecelakaan, 19 orang
meninggal 8 tahun kemudian, dan 9 anak lainnya meninggal karena kanker kelenjar
gondok.
Sebanyak 350.000 likuidator yang terlibat dalam proses
pembersihan daerah pltn yang kena bencana, serta 5 juta orang yang saat itu
tinggal di belarusia, ukraina, dan rusia, yang terkena kontaminasi zat
radioaktif dan 100.000 di antaranya tinggal di daerah yang dikategorikan
sebagai daerah strict control, ternyata mendapat radiasi seluruh badan
sebanding dengan tingkat radiasi alam, serta tidak ditemukan dampak terhadap
kesuburan atau bentuk-bentuk anomali. Di sisi lain, hasil studi dan penelitian
terhadap likuidator menunjukkan bahwa “tidak ada korelasi langsung antara
kenaikan jumlah penderita kanker dan jumlah kematian per satuan waktu dengan
paparan radiasi chernobyl.
Kemudian pada 1992-2002 tercatat 4.000 kasus kanker kelenjar
gondok yang terobservasi di belarusia, ukraina, dan rusia pada anak-anak dan
remaja 0-18 tahun ketika terjadi kecelakaan, termasuk 3.000 orang yang berusia
0-14 tahun. Selama perawatan mereka yang kena kanker, di belarusia meninggal
delapan anak dan di rusia seorang anak. Yang lainnya selamat.
Berdasarkan laporan “chernobyl lecacy”, sebagian besar
daerah pemukiman yang semula mendapat kontaminasi zat radioaktif karena
kecelakaan pltn chernobyl telah kembali ke tingkat radiasi latar, seperti
sebelum terjadi kecelakaan. Dampak psikologis adalah yang paling dahsyat,
terutama trauma bagi mereka yang mengalaminya seperti stres, depresi, dan
gejala lainnya yang secara medis sulit dijelaskan.
Akibat kecelakaan itu, IAEA dan semua negara yang memiliki
PLTN membangun konsensus internasional untuk selalu menggalang dan
memutakhirkan standar keselamatan. Di sisi lain, pihak yang anti-pltn telah
menggunakan isu kecelakaan di chernobyl sebagai bahan kampanye untuk menolak
kehadiran pltn, termasuk di indonesia, dengan berbagai informasi yang keliru
karena ketidaktahuan akan kebenaran informasi sebab terjadinya kecelakaan
chernobyl.
Belajar dari kecelakaan chernobyl, IAEA telah menetapkan
standar tambahan untuk memperkuat syarat keselamatan yang tinggi bagi
pembangunan dan pengoperasian pltn, antara lain, perbaikan desain sampai pada
generasi ke-4, aturan main dalam bentuk basic safety, dan berbagai konvensi
keselamatan.
Hanya beberapa bulan sejak kecelakaan tersebut, reaktor
ditutup dengan selubung beton yang dirancang untuk menyerap radiasi dan
menyimpan sisa bahan bakar. Namun, sarkofagus hanya dimaksudkan sebagai solusi
sementara dan dirancang untuk bertahan 20-30 tahun.
Pada saat ini, dua dekade sejak kecelakaan yang menewaskan
31 orang dan membuat 135 ribu lainnya mengungsi itu sudah lewat. Benteng beton
itu mulai rapuh akibat pembangunan tergesa-gesa dalam tempo singkat. Kebocoran
telah terjadi selama lebih dari 10 tahun terakhir. Jika sarkofagus itu roboh,
dikhawatirkan puluhan ton debu radioaktif akan terlepas.
click for info dildo,realistic dildo,sex chair,sex chair,dildo,dildo,dog dildo,wolf dildo,dildo look here
BalasHapus